Supaya Traveling ke Taiwan Lebih Nyaman, Hindari 5 Hal Ini

Lain ladang, lain belalang. Lain lubuk, lain ikannya. Begitu pula saat berlibur ke suatu tempat, kita perlu mengetahui aturan dan budaya masyarakat di sana termasuk saat traveling ke Taiwan. Ini nih tips liburan ke Taiwan supaya liburan makin asyik dan nyaman.

tips traveling ke taiwan
The Red House in Taiwan (doc. Tourism Bureau, Republic of China (Taiwan))

Taiwan, salah satu negara yang sudah kembali ke Tiongkok, ini juga menjadi salah satu negara favorit wisatawan asal Indonesia. Wajar saja, karena Taiwan memiliki kekayaan budaya yang luhur. Baik itu budaya kuliner, maupun budaya lainnya yang sudah turun temurun selama ratusan tahun.

Selain itu, Taiwan juga merupakan salah satu surga kuliner bagi pecinta kuliner street food. Namun masih banyak wisatawan yang melakukan kesalahan-kesalahan serupa yang justru merugikan diri mereka sendiri ketika melancong ke Taiwan. Supaya tidak melakukan kesalahan yang sama, berikut ini lima hal yang harus dihindari saat traveling ke Taiwan.

  1. Merasa sombong karena dilayani

Warga Taiwan memang ramah, namun mereka akan lebih ramah lagi kepada wisatawan. Sebab mereka ingin citra Taiwan untuk terus naik di mata dunia. Sehingga, seringkali para wisatawan ini mendapatkan perlakuan yang lebih istimewa dari warga biasa. Namun, jangan sampai perlakuan ini membuat turis jadi sombong dan bertindak arogan. Salah-salah, nanti tidak lagi dilayani dengan baik.

  1. Menyeberang sembarangan

Taiwan memiliki lalu lintas yang cukup mirip dengan di Jakarta. Meskipun relatif lebih aman, namun lalu lintas di Taiwan cukup padat. Hak pejalan kaki pun masih kurang dihargai dengan baik di Taiwan. Oleh karena itu, selalu berhati-hati ketika sedang berjalan di trotoar ataupun saat menyeberang. Selalu lakukan langkah pencegahan supaya bisa traveling dengan selamat.

Baca juga: Asik! BSD Ternyata Menyimpan 5 Tempat Wisata Ini Lho!

  1. Berdiri di sisi kiri eskalator

Masih belum banyak diketahui kalau eskalator adalah fasilitas umum. Artinya, ada banyak orang yang menggunakannya. Ada orang yang santai, dan ada pula terburu-buru. Apabila sedang bersantai, maka berdirilah di sisi kiri eskalator. Jangan berdiri di sisi kanan, atau di tengah-tengah. Sebab, sisi kanan eskalator ini akan lebih sering digunakan oleh orang yang terburu-buru. Terlebih lagi di stasiun-stasiun MRT yang dipenuhi oleh orang yang mengejar waktu. Ya mirip-mirip eskalator di Stasiun Tanah Abang gitu deh.

  1. Menggunakan sandal jepit

Sebagian orang Taiwan masih memiliki sentimen rasisme. Menggunakan sandal jepit di Indonesia memang tidak dilekati stereotip apapun. Namun tidak di Taiwan. Bagi turis barat, menggunakan sandal jepit dipandang keren. Namun bagi turis asal negara Asia lainnya, hal ini dianggap tidak etis bahkan, cenderung dianggap rendah.

  1. Menusukkan sumpit ke semangkuk nasi

Sama seperti di Jepang, warga Taiwan memakan nasi dengan menggunakan sumpit. Sama pula dengan kebudayaan Jepang, menusukkan sumpit ke semangkuk nasi juga merupakan hal yang buruk untuk dilakukan sebab membuatnya tampak seperti dupa yang dibakar di kuil-kuil.

Hal ini mengingatkan mereka tentang kematian. Melakukan hal ini sama saja turis tidak menghargai budaya masyarakat setempat. Bukan hanya menusukkan sumpit ke mangkuk nasi, masih banyak takhayul yang dipegang teguh oleh masyarakat Taiwan seperti angka 4 sebagai angka sial.

tips liburan ke taiwan
Ping River in Taiwan (doc. Tourism Bureau, Republic of China (Taiwan))

Selain lima kesalahan di atas, wisatawan Indonesia juga masih melakukan kesalahan lainnya, yaitu salah memilih maskapai penerbangan. Banyak orang yang memilih penerbangan asal murah saja. Padahal, penerbangan ke Taiwan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Akhirnya, mereka harus menghabiskan waktu berjam jam dalam ketidaknyamanan.

Supaya tidak merasakan hal yang sama, maka gunakan Cathay Pacific yang menyediakan penerbangan dengan layanan terbaik menuju Taiwan. Selain itu, waktu tempuhnya pun termasuk yang paling singkat. Jadi, waktu liburan lebih lama untuk mengeksplor Taiwan dengan lebih cepat dan bebas lelah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Author: helenamantra

Love to share stories on helenamantra.com and myfoottrip.com

35 Thoughts

  1. Saya sempat bingung dengan poin nomor 3. Kan itu tentang 5 hal yang jangan dilakukan. Berarti sebetulnya berdiri di sisi kiri justru dibolehkan, ya? Yang gak boleh di sisi kanan karena untuk yang sedang terburu-buru.

    Kalau yang nomor 4, saya penasaran sama alasannya. Bener-bener hanya karena rasisme, ya? Turis barat boleh pakai sandal jepit, turis asia enggak. Padahal pakai sandal jepit tuh nikmat hihihi

  2. Mungkin yang distusuk sumpit itu makanan yang agak besar atau tebal kali yah, kalau nasi sih gimana nusuknya?
    Eh baru tahu kalau pakai sandal bagi orang Asia itu dipandang rendah. Nggak banget de, itu namanya rasis. Masa sih orang Barat boleh-boleh saja pakai sandal.

  3. waah ternyata di Taiwan mereka gak suka ya klo turisnya pakai sandal jepit, weleehh, beda Negara beda Budaya emang yah 🙂

    makasih sharing tipsnya Mbak, moga nanti someday bisa jejakkan kaki ke Taiwan juga 😀

  4. Soal sendal jepit kan Indonesia bnyk punya variasi sendal jepit yg super kece, mada seeey gak boleh? Soal berdiri di escalator mah itu bunda yg seneng bngt berdiri di sebelah kiri krn tau bnyk muda mudi yg suka sambil lari di escalator teh, rushing kelles. Wuuz
    ..wuuz…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *