Pikir Lagi Sebelum Naik Pesawat Bersama Balita

Tips Naik Pesawat Bersama Balita

Ketika pesawat bersiap lepas landas, terdengar lengkingan tangis dari kursi sebelah kiri. Tangisan tak henti itu keluar dari seorang balita laki-laki yang marah HP-nya direbut. Keasyikannya menonton video terusik karena HP harus dimatikan saat pesawat akan take-off. Begitulah tantangan mengajak anak balita naik pesawat. Bagaimana ya tips naik pesawat membawa balita dengan minim drama?

bawa anak naik pesawat

Kejadian di atas saya alami saat naik pesawat bersama SID. Syukurlah bukan SID yang menangis tetapi anak di dekat kami. Kala itu saya berkata pada SID, “Mungkin anak itu belum tahu kalau di dalam pesawat tidak boleh main HP.”

SID sendiri dari bayi sudah pernah naik pesawat tapi mana dia ingat. Hahaha … Beda banget lah naik pesawat bawa bayi dengan bawa balita. Menurut saya lebih mudah saat bayi. Kalau anak nangis ya beri ASI. Seingat saya, SID bayi naik pesawat itu selalu smooth. Dia kebanyakan tidur di pesawat sehingga perjalanan aman tanpa drama.

Baca juga: Rencana Liburan ke Luar Negeri Bersama Anak

Dari pengalaman tersebut saya belajar ada hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum membawa anak naik pesawat, yaitu:

  1. Sounding

Jauh hari sebelum naik pesawat, saya cerita ke SID bahwa kami akan berlibur dengan naik pesawat. Ini bukan pertama kalinya ia naik si burung besi namun menjadi pengalaman pertama di usia balita dimana ia sudah sepenuhnya sadar, gini lho naik pesawat. SID nampak sangat tertarik membayangkan naik pesawat. Ia baca buku dan nonton video tentang pesawat. Setiap hari ia bertanya, “Besok kita naik pesawat?”

Saking excited-nya, perjalanan menuju bandara yang begitu lama karena macet itu membuatnya bertahan untuk tidak tidur. Ia asyik main mobil-mobilan sambil sesekali bertanya, “Sudah dekat?” Ending-nya dia tetap ketiduran saking ngantuknya.

Baca juga: Liburan Hemat Bersama Balita ke Kuala Lumpur

  1. Aturan dalam pesawat

Di dalam pesawat terdapat berbagai aturan yang wajib dipatuhi. Naik pesawat pun berbeda dengan bus atau mobil yang mudah berhenti sewaktu-waktu. Oleh karena itu, saya ceritakan aturan dalam bandara dan pesawat. SID juga belajar lewat game Baby Bus Aeroplane mengenai tata cara naik pesawat dari beli tiket, check-in, di dalam pesawat, landing, sampai mencari barang yang hilang di “Lost and Found”. Rupanya game ini ampuh mengajarkan ia menjadi penumpang yang patuh, termasuk tidak minta nonton YouTube di dalam pesawat. Efek sampingnya hanya sedikit foto-foto kami di dalam pesawat karena ia mengingatkan saya untuk mematikan HP.

naik pesawat bersama balita
Baca buku Sahabat Bumi di pesawat
  1. Buku dan mainan

Sebagai penghibur di perjalanan, kami membawa beberapa buku dan mainan. Ia sibuk dengan mobil-mobilan dan menempel stiker di buku stiker. Sesekali ia bertanya, “Kok lama. Kapan sampai?” tetapi kemudian sudah asyik lagi bermain.

  1. Makanan dan camilan

Berhubung perjalanan ke bandara lebih lama dibanding naik pesawat itu sendiri, saya bawa beragam makanan kesukaan SID. Repot juga kan kalau dia minta jajanan tertentu tapi enggak tersedia. Lagipula harga snack di pesawat berkali lipat. Hahaha …

Tahu enggak, ia minta minum susu saat di pesawat. Bukan susu kotak tetapi susu gelas. Untunglah saya membawa susu bubuk dan gelas plastik. Baru kali ini ngaduk susu di pesawat.

Kalau saya perhatikan, sepertinya SID tidak terlalu nyaman di pesawat sampai menolak makan. Ia hanya mau minum susu padahal saya bawa bekal roti dan ayam goreng kesukaannya. Jadinya begitu sampai di kota tujuan, ia makan dengan lahap di ruang tunggu.

Baca juga: Cara Beli Tiket Kereta Bandara Online

  1. Doa

Kiat terakhir ini jangan sampai terlewat. Saya berdoa pada Allah semoga perjalanan bawa anak naik pesawat bisa lancar. Kalaupun ada drama bisa segera ditangani. Alhamdulillah selama perjalanan berangkat berjalan lancar. SID dengan bahagia turun dari pesawat dan bersiap menyambut liburan.

changi airport singapore
Akhirnya mau makan setelah landing

Demikian tips membawa balita naik pesawat dari hasil pengalaman pribadi. Kalaupun sudah menyiapkan berbagai hal di atas namun si kecil kurang kooperatif, tenangkan diri dan siapkan stok sabar yang melimpah. Ingatlah, orang sabar itu rezekinya subur.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Author: helenamantra

Love to share stories on helenamantra.com and myfoottrip.com

28 Thoughts

  1. Balita ini emang banyak yang drama saat diajak bepergian. Seringnya malah sering minta pulang. Hahaha. Tapi sounding ini emang ampuh jika sedari jauh-jauh hari sudah dilakukan sounding.

  2. Saya pernah sepesawat sama keluarga yang anaknya nangis melulu. Tetapi, gak tau penyebabnya apa. Jadi agak terganggu sebetulnya karena saya gak bisa istirahat kalau mendengar suara berisik. Tetapi, mau ikut campur juga gak enak. Akhirnya dipendam dalam hati aja 😀

  3. Sid pinter masih mau makan meskipun udah landing. Kalau anak2 di atas pesawat paling aku ceritain aja yg bikin mereka lupa, atau aku suruh tidur aja biar pas bangun tahu2 udah sampai ahahahah

  4. Mba, gimana ya ajak traveling anak 14 bulan yang belum ngerti diajak ngomong? Pengalamanku traveling pakai KA lumayan horor karena nangis terus. Enggak kebayang pakai pesawat yang area jalan2nya kecil. Huhu..

  5. Laksanakan ya! Di transportasi mana pun yang namanya bawa anak itu PR karena mereka udah bisa ngomong, protes ini itu. Tapi pengetahuan tentang tata cara naik dan ketika di transportasi tersebut kudu banget diketahui

  6. Terima kasih tipsnya mbak. Noted nih bisa diterapkan ke si Kecilku juga kalau diajak naik pesawat. Btw poin 1 emang biasa mujarab banget ya mbak. Jadi jauh-jauh hari sudah harus sering soundingkan ke dia

  7. Memberikan informasi sejak jauh hari akan berpergian.. lalu menggunakan alat transportasi apa.. bisa jadi bonding moment tersendiri ya mba.. jadi bisa melihat ekspressi anak.. apakah exited atau tidak.. jika exited maka akan lebih mudah anak paham anak manfaat dan tata aturan yang harus dipatuhi dalam
    alat transportasi tersebut

  8. Membawa balita memang ada pengalaman baru naik pesawat. Drama dan tangisan pastinya akan membawa pengalaman tersendiri bagi sang bunda dan pramugari sudah siap membantu sang bunda kalau anak agak rewel

  9. Tulisan yang bagus nih, Mbak, dan perlu banget dibaca para ibu yang ingin mengajak anak bepergian, terutama naik transportasi umum. Cukup sering ketemu sama ibu yang bawa anak, terus anaknya nangis terus sepanjang perjalanan. Kasihan sama anaknya yang nangis terus, kasihan sama ibunya, juga jadi kasihan sama penumpang lain jadi terganggu.

  10. Buatku yang paling penting itu emang entertainmaen (tontonan) dan cemilan, hehehe. Kalau bepergian domestik paling2 cuma 1-2 jam aja sih ya. Nah, kalau beda negara ini yang seram 😀 Tapi biasanya kalau pakai airlines beda negara suka ada entertainment di dalam pesawatnya, jadi anak2 bisa nonton atau main game selagi dalam penerbangan. So far, aku alhamdulillah baik2 aja bawa 2 bocah ke Irak tanpa suami 😀

  11. Edukasi kepada anak udah sedemikian detail nih, SID sampe udah paham betul ya kalau di pesawat enggak boleh mainan hape 😉 Good job SID, semoga makin nyaman ya saat naik pesawat di kesempatan berikutnya, biar bisa maem ayam goreng dengan nikmat di dalam pesawat 😉

  12. Holaa SID…
    Sudah terbang kemana aja, anak sholih?
    Tante ikuutt doonk…hahaha~

    Anak-anakku pernah juga melewati masa-masa nyaman naik pesawat atau masa-masa genting.
    Pernah suatu hari, kami datangnya terlambat. Jadi khawatir banget bakalan ditinggal, alhamdulillah ada pegawai bandara yang berbaik hati membantu kami.
    Mungkin karena kasihan aku bawa 2 anak kecil-kecil.

    Aku rasa….
    Banyak previllage nya kalau bawa anak.
    hahahah~

  13. Alhamdullillah SID memang da best ya!
    Waktu Yasmin balita aku juga melakukan kiat-kiat di atas
    Intinya membuat buah hati merasa nyaman

    Satu yang tak terlupakan adalah Yasmin sering banget “diculik” sama pramugari, hihihi, di bawa ke kabin dan saat dikembalikan pasti tangannya menggenggam oleh-oleh misalnya coklat atau boneka mungil.

    Ternyata, Yasmin juga masih sering mengingatnya bahkan hingga kini di usia remaja dan sering menyelutuk kalau pas naik pesawat, “Duh enak waktu balita ya bunda, Yasmin sering dapat hadiah”

  14. Salut sama keluarga yg traveling bawa anak dan di pesawat bisa mengendalikan anaknya. Karena pernah kejadian, anak meraung2 nangis dan tantrum selama penerbangan dan si ibu tdk berhasil menenangkan. kita yg denger kasian, krn anaknya batuk dan muntah gara2 nangisnya. Mudah2an banyak yg baca artikel ini sebelum terbang bawa anak ya mba.

  15. Anak saya pertama naik pesawat usia 18an bulan. Seneng banget dia. “Selalu ngelongok ke jendela sambil nunjuk nunjuk pesawat yang lagi mangkal di bandara. “Awat ebang.” Katanya ceria. Sampek sekarang klo ngeliat pesawat suka banget.

  16. Bener banget, masih ribet bawa balita naik pesawat daripada bayi, untungnya Fathan saat masih bayi ataupun balita anteng diajak naik pesawat, kalau adiknya belum pernah sama sekali jadi belum tahu bakalan rewel atau anteng naik pesawat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *