Selusin Pelajaran Hidup dari The Amazing Race

Selusin Pelajaran Hidup dari The Amazing Race

Selamat datang di MyFoottrip.com!

Foottrip yang dulu masih nebeng di WordPress kini udah sewa rumah sendiri alias self-hosted. Alhamdulillah. Belum merapikan rumah dengan hiasan ini itu tapi mau share artikel dulu ya. Saya mau cerita tentang TV game show favorit yaitu The Amazing Race.

The Amazing Race
The Amazing Race (pic: cbsstatic)

13 Oktober (yes, it’s today!) The Amazing Race Asia 2016 (TARA) bakal tayang perdana. Ga sabar deh buat nonton gimana serunya 11 tim dari Asia, termasuk 2 tim dari Indonesia, berlomba keliling dunia untuk memperebutkan hadiah $100.000. Banyaaak!

TARA ini jarang banget ada, ga setiap tahun seperti The Amazing Race (U.S. version). Waktu buka pendaftaran TARA sekitar bulan Juli, saya ingin banget ikut tapi ga bisa nyetir mobil, takut disuruh makan yang aneh-aneh, dan yang paling penting ga tega ninggalin anak *problematika emak-emak*. Yaudah deh duduk manis nunggu tayangannya aja.

By the way, The Amazing Race ini lomba keliling dunia oleh beberapa tim yang tiap timnya terdiri dari 2 orang. The Amazing Race versi U.S. tujuan negaranya sampai ke 5 benua, lebih banyak dibanding TARA. Mungkin karena apply Visa-nya lebih gampang dibanding pemegang paspor dari negara di Asia. Di tiap negara, mereka mengerjakan tantangan yang khas daerah tersebut supaya mendapat petunjuk ke arah pit stop. Tim pertama yang sampai di pit stop biasanya dapat hadiah liburan mewah dari Travelocity atau ada juga hadiah mobil! Tim terakhir yang datang kemungkinan akan tereliminasi. Di babak final, akan ada 3 tim yang berlomba menuju garis finish untuk dinobatkan sebagai The Winner of The Amazing Race dan memenangkan US$ 1.000.000,- *sambil ditepokin para peserta yang sebelumnya udah eliminasi*

11 Tim di TARA season 5
11 Tim di TARA season 5 (pic: AXN)

Saya rajin nonton The Amazing Race di AXN atau streaming di YouTube. Saya masih ingat saat season 19 (sekarang udah season 29) nonton bareng Kak Indah (Alm.) di kantor lewat Blackberry-nya. Karena layar HP-nya kecil, kami dempet-dempetan supaya terlihat jelas. Selain itu, saya bela-belain nonton lomba ini sambil menahan kontraksi waktu mau melahirkan. Buat mengurangi ketegangan juga sih.

Acara yang tayang sejak 2001 ini dipandu oleh Phil Keoghan. I think he has the best job in the world. Dia ga perlu lari-lari mencari petunjuk tapi sudah ikut keliling dunia. Harusnya ada satu episode dimana Phil ikut menjadi peserta (atau sudah pernah?).

Saya nge-fans berat dengan The Amazing Race karena banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari para kontestan. This race isn’t only about large amount of money. The Amazing Race is about:

  1. Siap dengan kondisi apapun dan tetap tenang

Para peserta tidak tahu tantangan apa yang akan mereka hadapi atau pergi ke negara mana hari itu. Mereka harus siap bepergian dengan berbagai moda, dari lomba sepeda melawan kawanan unta yang larinya kencang sampai naik helikopter mencari petunjuk selanjutnya. Mereka datang dari berbagai background dan harus siap menghadapi segala tantangan. Ada yang sekali mencoba langsung berhasil, ada pula yang butuh 20 kali. Tekanan makin tinggi apalagi melihat tim lain sukses. Di sisi lain pikiran harus tetap jernih.

Tantangan yang umumnya butuh waktu lama yaitu menari tarian tradisional dan menyanyi. India terkenal dengan menari berjamaah di lapangan luas. Para peserta ditantang menari bersama rombongan untuk syuting film. Mereka harus kompak supaya indah dipandang. Seorang peserta sampai basah kuyup bermandi keringat mengikuti gerakan tarian yang rancak. Ia pun harus mengulang beberapa kali karena tidak selaras dengan penari lainnya.

Di episode lain, kebetulan si peserta adalah professional dancer. Dalam sekali tampil, ia langsung menguasai tarian tersebut. Petunjuk selanjutnya pun mudah didapat. Begitulah hidup, kadang kita mendapat tantangan yang mudah karena kita sudah berkali-kali mendapatkannya. Terkadang pula kita harus ekstra berjuang menghadapi pengalaman pertama ini.

  1. Nothing is impossible

Saya mengagumi pasangan suami istri surfer, Adam & Bethany. Sang istri kehilangan salah satu lengannya karena digigit hiu saat surfing. Kekurangan pada tubuh tidak menghalanginya melanjutkan hobi surfing. Saat mengikuti The Amazing Race ia pun dengan santai menggendong ranselnya sendiri. Tantangan melompat dari tebing kemudian berenang ia lakukan dengan mudah. Saya menjagokan mereka sebagai pemenang tetapi mereka finish di urutan ketiga.

Adam & Bethany di urutan pertama (pic: hobiebarnes)
Adam & Bethany di urutan pertama (pic: hobiebarnes)

Adam & Bethany dikenal ramah ke peserta lain. Mereka berlomba dengan fair dan tidak meminta belas kasihan karena keterbatasan fisik. Pikiran positif Bethany bahwa ia mampu menyelesaikan tantangan membuat tim lain kagum dengannya.

  1. Strategi untuk menyerah

Pada satu episode, tim ditantang menemukan harta karun yang terpendam dalam pasir di pinggir pantai. Petunjuknya berupa derajat dan arah mata angin. Beberapa tim mudah menemukan petinya, namun ada 3 tim yang berjam-jam tak kunjung selesai. Ada yang salah arah, bahkan menentukan timur-barat salah karena beranggapan matahari tenggelam di timur *errr*. Mereka akhirnya kompak menyerah dan rela diberi penalty waktu.

Saya geregetan melihat tim yang menyerah. Sebenarnya ada yang sudah dekat dengan peti harta karun, hanya berjarak beberapa senti saja. Namun mereka sudah kelelahan fisik dan mental di tantangan sebelumnya. Mungkin saya juga pernah melakukan hal seperti itu. Di saat hampir sampai tujuan malah menyerah dan putar balik, merasa tidak akan bisa. Ternyata menyerah boleh saja namun (karena ini perlombaan) harus mengatur strategi. Ketiga tim ini kompak menyerah sehingga kemungkinan tereliminasi ditentukan oleh kecepatan mereka sampai di pit-stop.

  1. Pay more attention

Menghadapi detour, peserta harus memilih diantara 2 tantangan. Waktu itu tantangannya tentang kuda, antara menaiki kuda poni atau merakit kuda kayu. Sebagian memilih merakit kuda kayu namun belum dinyatakan sempurna oleh juri. Beberapa tim bekerja sama meneliti apa yang salah dari kuda tersebut. Ternyata mereka hanya kurang menempatkan keranjang di punggung kuda. Mereka pikir keranjang itu hanya kotak biasa. Saking bingungnya sampai ada tim yang memilih untuk pindah tantangan menaiki kuda poni. Dengan berpindah tempat begini tentu waktu akan terbuang. Itulah gunanya memperhatikan dengan lebih seksama saat menghadapi masalah.

  1. Choose carefully

Entah di Indonesia atau Thailand, peserta dapat memilih lahan sawah untuk dibajak menggunakan kerbau. Tim Wrestler yang hadir pertama asal saja memilih lahan yang ternyata space-nya paling luas. Tak hanya membajak sawah, mereka harus mencari petunjuk yang terbenam di sawah tersebut. Salah strategi membuat mereka datang awal namun pulang belakangan. Begitu banyak pilihan dalam hidup, pilihlah dengan hati-hati.

  1. Face your fear

Tantangan dalam The Amazing Race memang uji nyali keberanian diri. Ada yang makan telur busuk, makan daging ular, atau melewati pinggir tebing tinggi yang curam. Di Dubai terdapat “Leap of Faith”, perosotan kolam renang setinggi 25 meter dan bentuknya nyaris vertikal. Ngeri membayangkan tubuh jatuh dengan cepat mengikuti gravitasi. Dalam babak penyisihan yang mendekati final, sebuah tim memilih rela di-eliminasi karena si cewek tidak berani meluncur di sini. Well, itu pertentangan batin antara melawan ketakutan dengan hadiah uang sejuta dollar.

Leap of Faith di Dubai (pic: pinimg)
Leap of Faith di Dubai (pic: pinimg)

Pada episode lain, tim yang terdiri dari ibu dan anak harus melompat dari gedung tinggi sambil meraih petunjuk yang tergantung. Keduanya phobia pada ketinggian. Apa yang terjadi? Si ibu rela melawan rasa takutnya. Biarlah ia gemetaran dan menangis sambil melompat dari atas gedung. Ia tidak tega bila anaknya yang ketakutan di atas sana. Pengorbanan seorang ibu memang ga ada habisnya.

  1. Be strong

Menjadi pramusaji bukanlah pekerjaan enteng. Mereka harus menghafal pesanan pada tiap meja, membawa nampan yang berat, dan menyajikannya ke pelanggan yang tepat. Terkadang dapur dengan meja pelanggan letaknya jauh. Di situ fisik diuji untuk menyeimbangkan nampan. Ada peserta yang memecahkan piring karena terjatuh, ya itu pekerjaan berat. Pelajaran buat saya, harus rajin olahraga! Perkuat fisik, jangan duduk di depan laptop melulu.

  1. Trust nobody

Berhubung ini lomba, persaingan pasti ada. Saat tim lain kesulitan mencari petunjuk, ada tim yang pura-pura bingung juga padahal sudah menemukan. Akhirnya ketahuan kalau tim itu hanya berpura-pura. Jadi dimusuhi deh. You can’t trust 100% to everyone. Jangan lugu-lugu banget lah. Kalau di auditing ada yang namanya professional skepticism.

  1. Help each other

Ini tidak bertentangan dengan poin di atas, kok. We just need to know the right time when to trust or not to trust. Dave and Connor, winner of The Amazing Race All-Star (2014), saat babak penyisihan suka membantu dan bekerja sama dengan beberapa tim. Kebaikan hati menjadikan mereka banyak sahabat. Ketika final tiba, ini waktunya lomba against each other dan fokus pada kemenangan.

My favorite team: Dave & Connor. Ayah-anak ini cancer survivor. (pic: hitfix)
My favorite team: Dave & Connor (tengah & kanan). Ayah-anak ini cancer survivor. (pic: hitfix)
  1. Unique is not weird

Melihat keragaman budaya melalui The Amazing Race membuat para peserta dan saya (penonton setia) antara heran dan kagum. Budaya dan kebiasaan negara-negara lain itu unik. Awalnya memang agak aneh karena tidak biasa melihat itu.

Seru deh tiap melihat episode mereka di Indonesia. Para peserta yang notabene tinggal di negara maju dengan keteraturannya heran melihat sekeluarga (ayah, ibu, dan 2 anak) boncengan naik motor. Kemacetan membuat pengemudi motor selip sana, selip sini. Mereka geleng-geleng melihatnya. Saya sih ketawa aja karena itu hal wajar (meski berbahaya).

Saling mendandani seperti pengantin Jawa (pic: cbsstatic)
Saling mendandani seperti pengantin Jawa (pic: cbsstatic)

Pernah juga episode di Bandung, mereka harus membeli buah dan bambu di Pasar Dago lalu membawanya ke kebun binatang. Sebenarnya jarak pasar-kebun binatang itu dekat tapi karena membawa banyak barang, mereka naik taksi. Kebayang dong bambu panjang begitu masuk taksi. Ada tim yang cuek saja, ada tim yang akhirnya batal ambil tantangan itu karena mereka khawatir ditangkap polisi karena naik taksi dengan bambu yang nongol dari dalam mobil.

  1. Do not overconfidence

Dalam babak final, sebuah tim sangat percaya diri akan memasuki pit stop di urutan pertama. Tim itu berpikir demikian karena tidak melihat tim lain di sekitar situ. Ternyata mereka adalah tim terakhir yang check-in di pit stop, alias juara 3. Mereka jauh tertinggal dari 2 tim sebelumnya. Kasihan sih melihat mereka awalnya PD lalu menyadari kekalahan.

  1. Team work, you can’t win alone

Tim terdiri dari 2 orang, bisa hubungan keluarga, mantan suami-istri, pertemanan, rekan kerja, atau completely stranger (ada 1 season khusus ini, The Amazing Race yang mencarikan pasangan). Anggota tim harus saling mendukung dan memberikan kemampuan terbaiknya. Konflik pasti terjadi, apalagi soal nyasar nyetir mobil di negara orang. Saat itulah kekompakan tim diuji karena untuk mencapai finish dibutuhkan semua anggota tim memasuki pit stop.

Weits, udah selusin aja. Nonton acara ini seperti melihat miniatur kehidupan dengan problematikanya. Pelajaran yang saya dapatkan itu membuat saya menunggu episode demi episodenya. Oh ya kalau mau mengetahui lebih mendalam tentang aturan di The Amazing Race bisa baca ulasan dari fans-nya di sini

39 thoughts on “Selusin Pelajaran Hidup dari The Amazing Race

  1. Duuuh aku malu hrs ngakuin ga pernah nonton amazing race -_-. Pdhl baru baca ini seru banget kyknya.. udh tau sih ttg acaranya sendiri, cm g prnh nonton aja.. itu aku lgs salfok pas liat slide yg di dubai mba.. agghhhh jd pgn kesana, aku mw cobaiin ^o^. Naikin adrenalin bgt ituu! ;).

  2. Aku kok ya sampai merinding baca yang istrinya kehilangan tangan saat surfing. Euuuh, ya Allah, tapi tetap semangat dan pantang menyerahnya yak. Jadi malu… melihat ketangguhannya.

  3. Jadi ingat kemarin-kemarin ada temanku kru TV nyari dan nawarin orang buat ikut Amazing Race Asia cuma lupa euy nggak aku share infonya. Padahal aku yakin banyak yang mau ikutan.

  4. Aku suka nonton amazing race mbak walau nggak ikutin bener. Paling favorit yang team Connor itu. Yah udah mulai beberapa hari lalu ya, mau lihat di youtube aja kalo gitu.

  5. Selamat punya rumah baru, Mbak…
    Wah iya, emang keren nih acara. Ikut deg-degan sekaligus bisa nambah wawasan tempat yang pas dilewatin peserta. Hihi, but so long no see it. Sekarang nggak pake tv kabel lagi sih 😀

  6. Makasih, mbak. Saya kira saya aja yang nonton the amazing race. Padahal TAR itu acara yang bagus banget. Kalau dibikin di Indonesia kan mendidik banget, gak kayak sinetron – sinetron gak jelas. Kalau dibikin TAR Indonesia, kan mana tau pesertanya bisa keliling Indonesia, mencari tau budaya Indonesia, dan penonton b8sa belajar dari situ. Jadi tontonannya gak cuma geng motor, drama percintaan atau gosip semata. Semenjak aku nonton TAR, aku jadi lebih semangat, pokoknya banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari TAR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: