Browsed by
Tag: travel

Hal Nekad Ini Mengubah Hidup Saya

Hal Nekad Ini Mengubah Hidup Saya

H-1

Dua kaos aktivitas, satu kaos tidur, satu celana aktivitas, satu celana tidur, dua jilbab, dua kaos kaki, daleman, peralatan mandi, HP, adapter universal, powerbank, dan jajan. Semuanya masuk dalam carrier bag oranye seberat 7 kg.  Paspor, tiket, uang, notebook kecil, dan kamera ku simpan di tas kamera berwarna senada.

Perjalanan yang telah ku rencanakan sejak tujuh bulan lalu akan terjadi esok. Itinerary yang ku susun hasil referensi sana-sini terlipat rapi beserta peta jalur MRT dan LRT. Namun ada satu yang mengganjal. Teman seperjalanan membatalkan keberangkatannya. Ada keraguan yang berputar di kepalaku. Ini pertama kalinya aku ke luar negeri. Beranikah aku pergi sendiri?

Ibu tentu akan melarang jika beliau tahu kenyataannya. Namun aku menenangkan dengan berkata bahwa di sana aku akan bertemu dengan teman-teman. Everything’s gonna be okay.

Aku menguatkan tekad dan memberanikan diri. Segala usaha yang kulakukan untuk menyiapkan liburan ini tak boleh berakhir sia-sia. Aku harus berangkat. Pokoke budhal!

Read More Read More

Alien is a Friend

Alien is a Friend

Alien is a Friend

Suatu kehormatan dan keanehan bisa bertemu dengan Dina @DuaRansel , digital nomad yg keliling bumi selama 4 tahun ++ bersama suaminya (Ryan – lagi ga ikutan) di Kentucky Fried Rice (not Chicken) di ibukota.

Anehnya lagi, Dina juga sedang bertemu dengan Umi yang suka bertualang. Nama panjangnya Umi begitu ribet sampai saya harus cek di twitter dan menemukan account-nya @akhdadiyah

Agustinus Wibowo, seorang penulis buku Selimut Debu, Garis Batas, dan Titik Nol turut bergabung dalam makan malam mendadak ini. Truly low profile guy, follow him on @avgustin88

Di ujung meja, manusia tertinggi di antara kami adalah Panji the @pandjieholic. Petualang dari Jawa yang sedang merantau di Ternate. Temanku bertemu berbagai keanehan malam itu.

Saya berada di tengah, benar-benar di tengah-tengah orang-orang baru yang disatukan oleh hobi yang sama: traveling (esp backpacking). Di resto fastfood merah yang menjual ayam goreng kriuk, saya dan Panji dengan was-was menikmati nasi goreng yang kami beli di warung depan tadi.

Pertama kali bertemu dengan mereka yang beberapa menit lalu adalah stranger bagi saya, bagaikan alien. Namun dinner talk ini menjadikan kami secepat kilat berteman.

Alien is a friend.

Regards,
@helenamantra (not an alien)

Closing Ceremony of Mayday Project

Closing Ceremony of Mayday Project

Bagian penutup ini hanyalah menutup mayday project dan membuka project project lainnya. Mau kemana lagi ya? Menabung dulu di dana liburan supaya bisa libur tanpa berutang.
This amazing journey teach me a lot! I see more, think more, hear more, feel more, bless more.
 
Setiap melihat terminal atau stasiun atau masjid, Langsung terpikir apa bisa numpang mandi di situ ya? Ada tempat penitipan tas di situ? Gratis kah? Meskipun..toh aku bertemu ribuan orang baru tiap hari, belum tentu bertemu mereka besoknya lagi, mereka ga tau kemarin aku pake baju apa, udah mandi apa belum, jadi kenapa harus bingung mandi dan ganti baju? Well, ini quote bodoh yang aku lontarkan ke teman temanku. Yah sebenarnya mandi itu buat kebersihan diri sendiri karena udah lengket kena keringat, supaya segar dan sehat. Kalo memang tidak memungkinkan buat itu, ditahan ya, at least cuci muka dan siram wewangian supaya ga bikin polusi bau badan :p
Destinasi yang aku pilih, 3 negara itu dalam satu Minggu memang tempat yang sudah sering dikunjungi.  Namun setiap perjalanan adalah spesial. Buatku yang harus mengumpulkan rupiah demi rupiah buat bisa pergi ke luar negeri, Menempuh perjalanan sendiri kemudian bertemu orang orang baru setiap hari adalah keasyikan tersendiri. Bisa berinteraksi dengan local people, mikir dengan uang pas pasan gimana bisa survive, arrange itinerary, lebih seru daripada ikut tur.
 
It wasn’t easy but possible to do.
Karena sedang di negeri orang, aku sangat sering bertanya. Merepotkan orang lain karena aku ga menguasai daerah tersebut. Ga perlu malu, bertanya menunjukkan suatu kerendahan hati bahwa aku mengakui diriku belum tahu segalanya dan aku mau tahu itu. Hal ini aku pelajari dari buku #UltimateU by @ReneCC.
 
Saat Seharian di Thailand tanpa signal BB, explore kota sendiri sambil mikir, aku ini ribuan kilometers dari rumah tanpa ada komunikasi. Kalo terjadi apa apa, aku ga tau keadaan mereka dan sebaliknya. But I wasn’t afraid. Di setiap perjalananku I am not really alone. Ada Allah yang menjadi teman diskusiku, where are we going next?

 @helenamantra