My Foottrip

Helena's journey to here and there

Ini Dia Souvenir Khas Indonesia yang Berkualitas Tinggi

Sulawesi Tengah memiliki kekayaan alam yang indah, dari laut hingga gunung. Hal ini menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Ketika saya tinggal di sana, beberapa kali kost-an saya kedatangan teman yang sedang berwisata. Saya ingin memberikan kenang-kenangan supaya mereka selalu ingat keindahan Sulawesi Tengah. Tetapi saya kesulitan mencari toko souvenir khas Sulteng. Dulu pernah ada tetapi sudah tutup. Maka, saya mencetak kartu pos bergambar pemandangan di Sulteng untuk dibagikan ke tamu yang datang maupun ke teman-teman yang belum pernah ke sana dengan harapan supaya mereka tertarik berkunjung setelah melihat keindahan wisata di Sulteng.

Berbeda dengan daerah yang pariwisatanya maju seperti Bali dan Jogja. Toko penjual souvenir sangat mudah ditemui. Begitu juga ketika di Singapura. Sepanjang area Chinatown dipenuhi toko yang menjual berbagai pernak-pernik khas Singapura. Gantungan kunci, magnet kulkas, atau piring pajangan bergambar Merlion menarik untuk dibuat oleh-oleh.

Membawa oleh-oleh sudah menjadi budaya orang Indonesia. Belum lengkap rasanya liburan tanpa membawa pulang oleh-oleh. Masalahnya, cinderamata khas suatu daerah terkadang sulit didapatkan saat berlibur di dalam negeri. Kalaupun ada, kualitasnya kurang oke atau modelnya cenderung monoton.

Masalah ini rupanya menjadi perhatian Christman Desanto Goesar, Komisaris PT. Goesar Trading Persada (GTP), yang ingin mendukung kebangkitan pariwisata Indonesia. Pada 16 Mei 2017 di Raramapa A Manadonese Culinary, Jakarta, perusahaan tersebut memperkenalkan Goesar Tourist Souvenir (GTS).

Lucu deh desain magnet kulkas dan gantungan kuncinya. Tau kan ini dari daerah mana?

GTS menyediakan souvenir bertemakan tempat wisata di Indonesia, khususnya 10 tujuan wisata unggulan Indonesia sesuai program pemerintah (Sumatera Utara, Belitung, Jakarta, Wakatobi, Labuan Bajo, Manado, Toraja, Mandalika, Raja Ampat, dan Kepulauan Seribu). Souvenir ini tersedia dalam bentuk gantungan kunci, magnet kulkas, botol minum, cermin, pembuka botol, asbak, kaos, kain tradisional, lukisan, dsb.

Sebagian produk tersebut diproduksi sendiri maupun bekerja sama dengan pengrajin lokal daerah. Oleh karena itu, GTS mengenalkan pariwisata daerah di Indonesia sekaligus memajukan industri pariwisata lokal.

Ragam produk Goesar Tourist Souvenir (sumber: website GTS)

Lina Patricia, Direktur Utama PT. GTP, mengatakan bahwa ide ini mulai dijalankan sejak awal 2017. Tak tanggung-tanggung, buah tangan GTS ini menggunakan standar Eropa sehingga berkualitas tinggi. Contohnya gantungan kunci yang berbahan tebal dan tidak mudah berkarat.

Sore itu GTS membawa contoh souvenir dari 2 destinasi wisata yaitu Belitung dan Sumatera Utara. Saya pun langsung jatuh hati melihat deretan gantungan kunci dan magnet kulkas yang dipajang di sisi kiri panggung. Desainnya itu lho menarik dan bahannya kuat seperti gantungan kunci yang saya dapat dari Belanda. Harga juga standar, untuk gantungan kunci senilai Rp30.000,-.

Di belakang packaging-nya ada keterangan “Things To Do” buat panduan tempat wisata menarik

Cocok banget ya buat jadi oleh-oleh ataupun koleksi pribadi. Desainnya menarik dan berkelas dengan menampilkan icon tiap daerah. Kamu mau juga? Goesar Tourist Souvenir bisa didapatkan secara online melalui www.touristsouvenirindonesia.co.id. Jadi, kalau ada teman yang doyan nagih oleh-oleh selepas liburan, pesan saja souvenir melalui website tersebut. Ga memenuhi koper juga, kan.

Selain itu GTS bisa didapatkan di beberapa toko souvenir di daerah wisata (seperti di Taman Mini Indonesia Indah), toko di bandara (seperti di Soekarno Hatta International Airport), toko produk pariwisata, hotel gallery (seperti Hotel Niagara dan Toba Inn di Sumatera Utara), dan modern channel lainnya.

Sekarang ga bingung lagi mencari oleh-oleh saat berwisata di Indonesia. Udah ada Goesar Tourist Souvenir yang menyediakan souvenir dengan bahan berkualitas dan desain menarik.

Jajaran pengurus PT. Goesar Trading Persada membawa produk GTS

« »

© 2017 My Foottrip. Theme by Anders Norén.

%d bloggers like this: