My Foottrip

Helena's journey to here and there

Senja Terakhir di Taipa

Image

30 menit naik motor dari Palu ke arah Tavaili. Setelah jembatan mamboro belok kiri. Kalau berada di tempat banyak pohon mangga artinya sudah dekat. Ikuti petunjuk menuju Pantai Taipa yang dalam bahasa Kaili berarti mangga.

ImagePaus pembunuh dan anjing laut menyambut kami. Satu jam sebelum matahari terbenam kami memutari area yang luas itu. Ada cottage, arena bermain, bebek kayuh, panggung hiburan, dan tempat lesehan yang disewakan. Katanya pantai ini dulu terkenal sebagai tempat liburan keluarga maupun acara outbound perusahaan. Namun sekarang beberapa tempat nampak kurang terawat, termasuk patung paus raksasa.

Image

Kami beranjak ke dermaga biru menunggu sunset.Di ujungnya saya berdiri dalam sunyi memejamkan mata mendengarkan dengan seksama suara alam.Saat membuka mata, langit bersemu kemerahan. Dari dermaga ini matahari tertutup gunung. Hanya semburatnya yang malu-malu terlihat. Kami mengagumi warna-warni langit yang begitu indah hingga bintang bulan bermunculan.

ImageTerima kasih Taipa dan senja! Besok saya menyelesaikan kisah perantauan di sini. Sampai jumpa kalau saya liburan ya, LIBURAN ~

« »

© 2017 My Foottrip. Theme by Anders Norén.

%d bloggers like this: