Review Film Ant-Man and The Wasp: Enggak Paham Tapi…

Film Ant-Man and The Wasp membuat saya geleng-geleng kepala. Antara enggak paham tapi enggak mau keluar bioskop bahkan sampai muncul credit title dan lampu dinyalakan. Mengapa? Baca review a la #Myfoottrip berikut ini.

Saya bukan pembaca komik Marvel tapi langsung semangat saat diajak Viva #1 newstainment buat nonton bareng film Ant-Man and The Wasp minggu lalu (7/7) di Kokas. FYI, Viva sering membuat kuis nobar, lho. Hadiahnya tak hanya tiket nonton tetapi banyak kejutan seperti original merchandise Marvel dan Viva. Follow Instagram @vivacoid deh supaya update info-info keren seperti ini.

ulasan film ant man 2
Review Film Ant-Man and The Wasp

I’m hooked on Marvel’s movies! Setelah nonton Avengers Infinity War, saya penasaran dengan film-film Marvel lainnya karena tiap film seperti kepingan puzzle yang berhubungan satu dengan yang lain. Akan tetapi, enggak blank amat kok meski belum nonton film Marvel sebelumnya. Bisa cepat nyambung, lah, dengan cerita yang ada.

Gue Enggak Paham

Saya tidak mencari ulasan film ini sebelum menonton. Jadi, saya enggak mengerti bagaimana rupa Ant-Man, serangga macam apakah The Wasp (yang ternyata tawon), juga gambaran alur cerita. Let it be surprise. Malahan saya baru nonton trailer di YouTube setelah nonton filmnya.

Ant-Man and The Wasp merupakan sekuel kedua film Ant-Man. Yang pertama pernah ngintip di tv kabel pak satpam. Berhubung di rumah udah ga pakai tv, nontonnya sedikit aja. Hahaha.

Film tunggal Ant-Man ini menceritakan Scott Lang alias Ant-Man yang menjadi tahanan rumah akibat melanggar aturan saat di film Captain America: Civil War. *nambah PR nonton lagi. Akan tetapi, ia dibutuhkan bapak-anak Hank Pym dan Hope van Dyne yang ingin bertemu Janet (ibu Hope) yang terjebak di dimensi Quantum Realm.

Masalahnya, gue enggak paham apa itu Quantum Realm. Sepanjang film, dimensi maha penting ini sering dijelaskan seperti saya sedang mengikuti kuliah umum Fisika dengan rumus-rumus tertulis di papan. Jadilah saya cuma bengong dan yoweslah terserah apa kata lu. Hahaha.

ulasan film ant man 2
Terima kasih, VIva.co.id!

Tapi Enggak Mau Keluar Bioskop

Penjelasan Quantum Realm berlalu begitu saja dari pikiran karena film ini sungguh kocak. Avengers Infinity War juga kocak tetapi yang ini lebih banyak humornya. Ant-Man 2 sukses membuat saya ketawa ngikik malu-malu sampai susah berhenti ngakak. Jidat yang awalnya berkerut membahas Quantum Realm jadi awet muda dengan sajian humor yang ada.

Selain itu, penonton dimanjakan efek mengubah benda dari besar ke kecil, kecil ke besar dalam waktu yang sangat cepat. Teringat film “Honey, I Shrunk The Kids!” di tahun 1989 tetapi dalam bentuk yang lebih modern dan canggih.

review film ant man 2 bahasa indonesia
The Wasp and Ant-Man (dok. Marvel)

Fans of Hot Wheels, you’ll gotta love this movie. Di sini mobil-mobil Hot Wheels bisa disulap menjadi besar dan dikendarai layaknya mobil biasa (tonton trailer-nya, ya). Kalau begini, mau dong pinjam alatnya Hank Pym buat mengubah Hot Wheels-nya SID di rumah.

Satu lagi yang mendukung film ini yaitu ilustrasi musik. Scoring film-nya keren, membuat adegan action semakin seru dan hidup. Sementara Ant-Man mengejar musuhnya, saya malah menikmati musiknya.

Dan alasan terakhir saya enggak mau keluar bioskop meski mumet dengan Quantum Realm, saya menunggu cuplikan di akhir credit title. Kebiasaan filmnya Marvel menampilkan satu adegan lagi di akhir film. Adegan ini menjadi petunjuk untuk film berikutnya. Yang satu ini, jangan sampai terlewat, karena berhubungan dengan film Avengers yang itu tuh… *ga berani spoiler.

Baca juga: Review Avengers Infinity War

Overall, film Ant-Man and The Wasp menghibur buat menikmati akhir pekan setelah pusing dengan rutinitas kerja. Ada kejanggalan sedikit sih dan efek yang kurang mulus tetapi okelah tertutupi dengan berbagai humor dan efek canggih yang ada.

Kalau menurutmu gimana?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Author: helenamantra

Love to share stories on helenamantra.com and myfoottrip.com

16 Thoughts

  1. Saya ngikutin secara urut setelah nonton Age of Ultron.. Abis itu nonton ulang dari Ironman pertama, sampai film Marvel terakhir saat itu.. Sejauh ini, Marvel ngejahit cerita antar film superhero solo mereka sangat baik. Jadi minim plothole.

  2. Kalau aku sih kurang suka film action, sukanya yang lovey dovey ajah,hahahahah. Tapi bikin penasaran juga sih. Maybe next time aku bakal masukin film ini di listku. Thanks for sharing

  3. Udah nonton dan asli kocak banget. Ga berenti ngakak sampe akhir film. sama, nungguin post credit titlenya, tapi yang kedua bikin kuciwaaa karena hah? Cuma gitu doang?! *senewen* hihu

  4. Aku udah nonton dan aksinya ga terlalu bombastis, jadi anak2ku ga terlalu suka. Di bagian awal, banyak ngobrolnya. Kalo utk anak2, mereka suka yg banyak adegan berantam dari awal sampe akhir wkwk. Dan iya ini terlalu bikin mikir dengan teori quantumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *