Libur Akhir Tahun yang Berbeda: Naik Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Skytrain

Akhirnya kereta bandara Soekarno-Hatta jadi juga soft launching. Saya sudah menunggu sejak awal Desember 2017 ingin mencobanya namun peresmiannya tertunda. Pada 26 Desember 2017 kereta ini mulai beroperasi dengan tiket promo seharga Rp30.000,- hingga 1 Januari 2017. Mumpung masih promo, saya dan keluarga berlibur akhir tahun yang berbeda dengan naik kereta ke bandara tanpa naik pesawat. Hihihi…

SID: “Bu, ini kita mau kemana?”

Saya: “Naik kereta ke bandara.”

SID: “Setelah itu?”

Saya: “Pulang ke rumah.”

Aneh kali ya ini perjalanan jauh-jauh ke bandara trus pulang lagi. Ga naik pesawat atau ga mengantarkan siapa gitu yang mau berangkat. Ya namanya membeli pengalaman seperti ini. Karena tidak ada jadwal pesawat yang harus kami kejar, perjalanan lebih santai dan exploring banyak tempat.

Cara ke Stasiun Sudirman Baru alias BNI City

Kereta bandara Soetta memiliki rute Manggarai – Sudirman Baru – Duri – Batu Ceper – SHIA. Namun sekarang ini masih berangkat lewat Sudirman Baru. Pengerjaan di Manggarai belum sepenuhnya selesai.

Untuk mencapai Stasiun Sudirman Baru (SDB), kami naik commuterline ke Stasiun Sudirman kemudian jalan kaki ke SDB. Dekat kok, tinggal lurus aja lewat bawah jembatan. Tak lupa beli perbekalan minuman dan snack lebih hemat di sini daripada di bandara. *Liburan hemat.

Selain commuter line, Sudirman Baru bisa dijangkau dengan naik bus Transjakarta dan turun di halte Dukuh Atas kemudian jalan kaki ke stasiun. Nantinya ada bus seperti Transjakarta (Metro Trans?) yang melayani rute Gambir – Sudirman Baru.

Stasiun Sudirman Baru masih belum sepenuhnya rampung. Ada petugas yang bekerja di sana-sini. Saya melihat parkiran motor di dekat pintu masuk tetapi sepertinya bukan untuk umum. Sebelumnya kami berniat memarkir motor di SDB namun kami ragu. Setelah bertanya melalui twitter @RailinkARS, admin menjawab belum tersedia parkiran motor karena masih dalam pembangunan.

stasiun sudirman baru
Ga capek naik turun tangga, eskalatornya begini semua di Stasiun Sudirman Baru

Oh ya saya sempat heran dengan nama Stasiun Sudirman Baru tetapi di bagian atas tertulis BNI City. Ini mana yang benar? Apa dinamakan BNI City karena dekat dengan gedung BNI 46? Usut punya usut nama resminya tetap Stasiun Sudirman Baru. BNI City merupakan branding hasil kerja sama dengan BNI. Sampai kapan? Belum ada info lebih lanjut. Yaudahlah saya juga ga paham dengan branding ini, mungkin semacam nama asli dan nama beken. Yang penting Stasiun Sudirman Baru = BNI City.

Fasilitas Stasiun Sudirman Baru

Stasiun Sudirman Baru terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama sebagai tempat naik kereta, lantai kedua pemeriksaan tiket, dan lantai ketiga pembelian tiket maupun check-in mandiri.

stasiun sudirman baru
Pembelian tiket dan pencetakan boarding pass

Kami hampir saja ketinggalan kereta karena keasyikan foto-foto dan mengagumi kemegahan stasiun. *norak. Udah antri pemeriksaan tiket barulah nyadar belum punya tiketnya. Kami sudah beli tiket via online supaya ga antri dan ga kehabisan. Tiket masih berupa screenshot e-mail. Harusnya tiket ini ditukar boarding pass atau dicetak sendiri (tapi ga punya printer). Jadilah saya balik lagi ke lantai 3 mencetak boarding, lari-lari ke lantai 2 untuk pemeriksaan tiket, kemudian turun ke lantai 1 tepat saat kereta bandara Soetta datang. Fiuuh… langsung masuk ke kereta.

Baca juga: Cara membeli tiket kereta bandara online

Langkah setelah pembelian tiket secara online:

  1. Cetak tiket yang dikirim ke e-mail. Apabila membeli melalui aplikasi langsung mendapat barcode. Nah, barcode ini yang digunakan untuk masuk gate.
  2. Apabila belum mencetak tiket, langsung ke bagian e-ticketing lantai 3 Stasiun Sudirman Baru. Vending machine membeli tiket dan mencetak boarding pass itu sama. Ada petugas yang membantu prosesnya.
  3. Pemeriksaan tiket dan masuk gate di lantai 2 dengan memindai barcode di tiket atau aplikasi.
  4. Naik kereta di lantai 1. Boarding time sekitar 15 menit sebelum jadwal, maka bersiaplah dan jangan sampai terlambat.

Jika belum memiliki tiket, langsung ke lantai 3 untuk membeli tiket melalui vending machine. Waktu saya ke sana, antrian pembelian tiket tidak ramai. Berbeda dengan awal soft launching, antrian sangat panjang dan tiket cepat habis. Saya sarankan beli online saja, lewat website Railink atau aplikasi Railink. Cara pembayarannya sama-sama non-cash.

Namanya masih baru, mungkin ada kendala saat pembelian. Di stasiun banyak petugas yang berjaga di counter e-ticketing atau ke bagian informasi yang siap membantu.

Baca juga: Cara refund tiket kereta api

FYI, Stasiun Sudirman Baru dilengkapi mushola (lantai 2), toilet (lantai 2&3), ruang tunggu eksekutif (lantai 2), ATM (lantai 3), toko dan kafe (lantai 3) tetapi saya hanya sekilas melihat. Efek lupa cetak tiket. Hahaha. Toko dan kafe seperti Anomali Coffee, KFC, Secrets Gelato, Carl’s Jr., Caribou Coffee, Wing Stop, Indomaret, dsb.

stasiun sudirman baru
Tempat makan di Stasiun Sudirman Baru (lantai 3)

Naik Kereta Bandara dari Stasiun Sudirman Baru

Tibalah inti dari liburan hari ini yaitu naik KA bandara! Tidak ada nomor kursi di tiket sehingga penumpang bebas memilih tempat duduk (baca: serobotan masuk kereta bagai naik commuterline).

cara beli tiket kereta bandara
Wefie dengan tiket kereta bandara (biar kayak orang-orang)

Naik kereta sebagus ini rasanya ga cukup cuma 57 menit. Nyaman banget dengan reclining seat dan colokan USB di antara kursi (penting banget buat nge-charge). Barang bawaan dapat diletakkan di ruang bagasi kabin atau di bagian ujung gerbong. Tiap gerbong dilengkapi 2 TV.

kereta bandara soetta
Jarak antar kursi luas, SID bisa main
kereta bandara soetta
Banyak kosongnya lha yang lain cuma numpang liburan di kereta :))
kereta bandara soetta
Ada colokan USB buat nge-charge HP

Terdapat kursi prioritas untuk pengguna kursi roda, yaitu kursi nomor 10 ABCD yang bentuknya berhadap-hadapan.

kereta bandara Soetta
Kursi prioritas untuk pengguna kursi roda

Toilet tidak tersedia di tiap gerbong. Perhatikan tanda panah bertuliskan “TOILET” menuju gerbong tertentu. Sepertinya sih di gerbong paling ujung depan dan belakang. Toilet terdiri dari 2 macam, berbentuk WC duduk dan urinoir. Yang membedakan dengan toilet kereta api jarak jauh, bentuk pintu dan isi toilet seperti di pesawat namun dengan space yang lebih luas. Wah, ada meja lipat untuk mengganti popok bayi, semprotan air, dan gantungan baju.

Baca juga: Kereta Gaya Baru Malam Selatan Premium

Kereta melaju dengan mulus menuju Stasiun Duri, Batu Ceper, hingga tiba di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta (BST) tepat waktu. Sempat hujan deras di Batu Ceper. Bau air hujan tercium jelas dari dalam kereta. Tempat menunggu kereta di Stasiun Batu Ceper basah terkena hujan. Waduh, angin kencang juga nih. Untunglah matahari bersinar cerah ketika kami sampai di stasiun akhir.

kereta bandara soetta
Toilet di dalam kereta

Stasiun Bandara Soekarno-Hatta

Umumnya orang terburu-buru keluar begitu sampai di stasiun tujuan. Tapi kali ini kebanyakan berfoto dahulu di dekat kereta. Hahaha, tuh kan bukan saya saja yang sengaja berlibur ke bandara (kemudian pulang). Ada juga yang sayang anak… sayang anak… yang penting liburan bareng keluarga.

Baca juga: 5 Bahasa Cinta

stasiun bandara soekarno hatta
Pose di kedatangan stasiun bandara (bukan penunggu stasiun)

Jangan lupa memindai barcode pada tiket kembali untuk membuka gerbang. Tiketnya jangan sampai dibuang ya. Berhubung saya kelamaan berfoto sampai lupa keluar gerbang, penumpang yang akan naik kereta mulai masuk. Waduh, gate masuk dan keluar sama tempatnya. Tidak ada petugas di bagian dalam. Syukurlah saya bisa lewat gate khusus pengguna kursi roda.

Sepertinya perlu dibuat antrian lebih tertib. Penumpang yang mau scan barcode berebut masuk, takut ketinggalan kereta kali ya. Belum semuanya juga familiar dengan sistem ini. Woles buibuk.

Memasuki Stasiun Bandara Soetta, banyak terdapat papan informasi petunjuk arah, jadwal kereta bandara, dan jadwal keberangkatan pesawat. Di sana juga terdapat vending machine pembelian tiket kereta dan tempat kios check-in mandiri untuk maskapai Citilink, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Air Asia, Wings Air, Batik Air, dan Lion Air.

stasiun bandara soetta
Kios check-in tiket pesawat

Naik Skytrain dari Terminal 1 ke Terminal 3

Dari Stasiun Bandara ke terminal keberangkatan bisa naik free shuttle bus yang menunggu di depan lobi stasiun atau naik Skytrain (KA Layang). Kami memilih naik Skytrain karena… belum pernah. Hahaha. Di ruang tunggu Skytrain terdapat jadwal lengkap keberangkatan Skytrain.

Letak Stasiun Bandara berada di antara Terminal 1 dan 2. Jalur Skytrain yaitu Terminal 1 (T1) – Stasiun Bandara (IB) – Terminal 2 (T2) – Terminal 3 ultimate (T3). Mau mondar-mandir antar terminal juga boleh.

skytrain bandara soekarno hatta
Jadwal lengkap Skytrain Bandara Soetta
skytrain bandara sokarno hatta
Skytrain melayani rute Terminal 1 sampai 3. Gratis!
skytrain soekarno hatta airport
Inside the Skytrain. Ada bapak yang mengatur buka-tutup pintu dan mbak yang menginformasikan tujuan.

Jalan-jalan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Melihat interior Terminal 3 yang baru mengingatkan saya pada Changi Airport, Singapore. Ini tuh bandara rasa mal. Toko souvenir, bank, kafe, sampai gerai provider seluler ada di sini. Di bagian timur bahkan ada open booth properti yang sedang hits dengan bebek kuning raksasa itu lho.

terminal 3 soekarno hatta airport
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Sambil menunggu penerbangan, penumpang ga bakal bosan cuci mata atau berbelanja di sini. Area toko-toko ini terbuka untuk umum, ga hanya bagi calon penumpang.

Baca juga: Berlibur mandiri di Singapura

Di luar lobi timur terdapat open space dan jalan menuju parkiran mobil yang dihiasi payung warna-warni. Aih, keren buat foto-foto.

fasilitas di terminal 3 bandara soetta
Ada yang penasaran sama mbak-mbak virtual. Kalau mendekat, si mbak akan menyapa.

Puas berkeliling di terminal 3, kami pun pulang. Udah selesai liburannya. Hahaha. Saat mengecek tiket kereta bandara lewat smartphone ternyata tiket sore itu sudah habis. Adanya pukul 8 malam. Yah, lama banget. Kami memilih naik bus damri dari depan T3, lebih mahal sedikit tapi langsung turun dekat rumah. Syukurlah jalanan di Jakarta sore itu sepi. Lancar banget hingga sampai tujuan.

terminal 3 soekarno hatta airport
Hup, sedikit lagi dapat payung!

Alhamdulillah sudah mengobati rasa penasaran naik kereta bandara Soekarno-Hatta bonus Skytrain dan Terminal 3. Hari ini (1 Januari 2018) hari terakhir masa promo kereta bandara, lho. Mumpung belum naik jadi 70.000 rupiah setelah besok diresmikan. Ada yang tertarik mencoba naik kereta bandara?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Author: helenamantra

Love to share stories on helenamantra.com and myfoottrip.com

22 Thoughts

  1. Sid, akoh kalah eksis nih sama kamoh. Kamoh ajah sdh naik kreta bandara, akoh belom. Huhuhu keren bgt itu keretanya. Pernah ngeliat wujudnya sih. Sid, ajak2 ya klo piknik lagi hahahaha

  2. Ini emak idola ku lagi lagi bikin aku dapat ide liburan kece nih…pengen juga ah liburan ala myfoottrip begini… Ke bandara kan ga harus naek pesawat yak… Cuss lah nyobain ke bandara juga, aku kan belum pernah kesitu… Btw itu naik sky train gratis atau bayar?

  3. Wuih harga tiket aslinya lumayan juga yaa. Kalau dari rumahku kayaknya mendingan langsung ke bandara.

    Btw, kenapa dari stasiun Sudirman tidak dibuat pintu atau jalur penghubung ke stasiun Sudirman baru ya? Kan bisa memudahkan mobilisasi perpindahan dari kereta bandara ke commuter line.

  4. duh..duh… penasaran juga sama kereta bandara ini. Cakep juga ya keretanya. Walau lebih mahal, ya lumayan bisa memangkas waktu supaya bisa lebih cepat sampai bandara. Oke, next trip aku bakal coba kereta bandara ini.

  5. Wah, kalah cepat nih sama Sid, Rendy seneng bgt klo naik kereta secara dia Thomas addict hihi, recommend nih hrs d coba, pdhl kmrn2 ya mumpung msh 30rb, klo skrng udh 70rb

  6. Eksklusif banget penampakannya. Oh..promo sampe 01 januari doangan, kirain msh seminggu lg. Dan baru tau ternyata beda stasiun ya sama jalur commuterline
    Bisa utk alternatif ke bandara ini

  7. Makasiiih mbak ulasannya. Saya mau nyoba nih. Awalnya sempat bertanya-tanya juga gimana naruh koper. Kalau di bagian atas tempat duduk, mikir gimana angkatnya. Soalna kopernya berat. Hehehe… Ternyata ada tempat khusus buat koper ya. Lega deh 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *