Naik Pesawat VIP TNI AU dan Main ke Museum Lanud Halim Perdanakusuma

Naik pesawat komersial, alhamdulillah udah pernah. Naik pesawat TNI Angkatan Udara, apalagi yang VIP, enggak pernah terpikir. Ternyata dalamnya wow… Intip keseruan #myfoottrip main bersama @temanmainid ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Jarum pendek jam menunjuk angka 7. Seharusnya kami sudah berangkat menuju bandara namun masih mengondisikan SID yang baru bangun. Ayolah, Nak, ini hari istimewa untuk kita. We’re going to Indonesian air force airport!

markas tni au di jakarta
Skadron Udara VIP 17 Halim Perdanakusuma

Eh, sebenarnya yang semangat ikut Teman Main ke-17 sepertinya ayah dan ibu, bukan SID. Kapan lagi bisa masuk ke kawasan TNI AU tanpa ribet ngurus perizinan. Hohoho… Makasih ya Tim @temanmainid.

Baca juga: Playdate di Museum Polri Jakarta

Setelah berbagai drama bangun pagi, termasuk SID kejedot meja sampai bibirnya berdarah, kami pun siap melaju ke arah Lanud Halim Perdanakusuma.

Syukurlah kami tiba tepat waktu. Justru bus yang akan mengangkut rombongan sedikit terlambat. Sekitar pukul 9 pagi, dua bus kecil seperti kopaja dicat biru dongker masuk ke parkiran food court Garuda.

Bus melaju perlahan ke kawasan TNI AU yang lebih terbatas. Seharusnya orang yang masuk sini menitipkan ID card, tetapi karena kami rombongan maka yang izin hanya ketua rombongan.

Skadron Udara 17 TNI AU

halim perdanakusuma
Kapten Lasiman memberi pengarahan pada teman main sebelum berkeliling

Setelah melewati rumah dinas, masjid, dan lapangan, masuklah bus kami ke lapangan terbang. Di sana terdapat 4 skadron udara, yaitu skadron udara 17, 02, 31, dan 45.

Rombongan kami masuk ke Skadron Udara 17 untuk mendapat pengarahan dari Kapten Lasiman. Beliau memandu teman-teman cilik yang udah penasaran naik pesawat. Bapak Kapten telah menjadi bagian dari TNI AU sejak 1982 dan sudah keliling Indonesia dalam menjalankan tugas. Wow, udah lama banget yaa. Saya aja belum lahir.

Baca juga: KidCity Transmart Carrefour

Skadron Udara 17 merupakan tempat untuk pesawat VIP. Di sana nampak pesawat Boeing dan Hercules yang sedang parkir. Ada pula helikopter dan pesawat kepresidenan yang mondar-mandir. Apa kami boleh naik pesawat tersebut?

Alhamdulillah kami mendapat izin naik pesawat Boeing 05. Kebetulan pesawat ini baru datang dari bertugas. Anak-anak plus ortunya semangat antre naik tangga menuju pesawat.

Pesawat Boeing 05 merupakan pesawat VIP TNI AU. Dalamnya mirip pesawat komersil tetapi ada bagian yang lebih luas. Bagian kelas utama dilengkapi kursi empuk, luas, lengkap dengan TV dan meja makan. Kursinya pun dapat diatur alias reclining seat.

pesawat tni au halim perdanakusuma
Boeing 05 pesawat VIP milik TNI AU

Setelah itu kami ganti naik Hercules. Bayangan saya Hercules itu kursinya seperti naik bus Transjakarta yang memanjang di pinggir pesawat, enggak nyaman, macam mau perang. Hahaha. Nyatanya bagian dalam pesawat Hercules sungguh memukau.

Berada dalam pesawat Hercules yang VIP seperti di rumah orang atau kafe aja gitu. Enggak terasa sedang di pesawat. Sofa-sofa empuk disusun seperti pada ruang tamu. Arisan sambil terbang naik Hercules, seru kali ya…

pesawat vip hercules tni au
Ga berasa dalam pesawat hercules

Museum Lanud Halim Perdanakusuma

Tujuan kami selanjutnya yaitu Museum Lanud Halim Perdanakusuma. Saya sempat mencari info museum ini di Google Maps tetapi tidak ada tanda-tanda sama sekali. Tumben kan ya museum sebagai wisata publik enggak muncul di Maps. Katanya sih kunjungan ke museum ini biasanya rombongan seperti study tour sekolah, bukan perorangan. Oh, baiklah.

museum pesawat di Jakarta
Museum Lanud Halimperdanakusuma
museum lanud halim perdanakusuma
Ada pesawat beneran di dalam museum!

Museum Lanud Halim Perdanakusuma Menyimpan banyaaak koleksi pesawat, dari miniatur sampai sebuah pesawat asli. Di sini pengunjung dapat menonton film dokumenter seputar TNI AU.

Saya sendiri enggak nonton padahal ruangannya adem karena SID minta beli jajan. Jadilah saya berjalan kaki ke koperasi yang letaknya dekat gerbang masuk (untungnya nemu jajan yang dimaksud di koperasi).

Baca juga: Bikin Pizza Sendiri di Pizza Maker Junior

Selepas makan siang di pelataran museum, rombongan #temanmainjkt pulang. Kunjungan singkat namun berkesan ini masih terbayang di benak SID. Ia bangga pernah bertemu bapak komando alias pak kapten. Satu pesan kapten yang selalu ia ingat yaitu “Jangan buang sampah sembarangan.” Setiap ia lihat orang membuang sampah seenaknya, ia akan mengingatkan. Alhamdulillah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Author: helenamantra

Love to share stories on helenamantra.com and myfoottrip.com

12 Thoughts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *