My Foottrip

Helena's journey to here and there

Dibayar untuk Liburan, Siapa yang Tak Ingin Jadi Travel Blogger? (Bagian 2)

Saat memulai nge-blog, Marishcka Prudence belum terpikir menulis tentang traveling. Ia masih menulis curhatan galau. Pada 2012, ia memutuskan keluar dari pekerjaannya di TV swasta dan menjadi full time blogger.

Blog yang ia bangun sekarang termasuk travel blog Indonesia yang terkenal. Ia pun mendapat penghasilan dari hobi menulisnya itu. Saya sungkan nanya rate card Prue. Namun ia memberi bocoran penghasilan seorang American Blogger Mario Lavanderia “Perez Hilton” bisa mencapai $200.000 – $400.000 per bulan!

Dibayarin jalan-jalan dan gratis nginep di resort mewah. Enaknya jadi travel blogger. (pic: instagram @marischkaprue)

Blogger mendapat penghasilan dari iklan di blog, review produk, menjadi pembicara, juri lomba, dsb. Meski dibayar, tetap tunjukkan karakter dalam tulisan tersebut. Ingat tips di Dibayar untuk Liburan, Siapa yang Tak Ingin Jadi Travel Blogger? (Bagian 1) untuk menulis dengan style masing-masing, unik, serta kreatif.

Darimana penghasilan seorang travel blogger?

Sebelum mendapat penghasilan dari nge-blog, kita harus meningkatkan trafik blog. Semoga dengan trafik blog naik, ada brand yang menawari kerja sama. Beberapa hal yang perlu dilakukan supaya makin banyak yang mampir ke blog kita, yaitu:

  • Buat konten yang menarik. Lengkapi tulisan dengan foto “niat banget” yang mengundang “pelanggan”. Sekarang ini netizen semakin visual sehingga suka disuguhi foto-foto berkualitas. Kadang pembaca juga hanya skimming, melihat sekilas, dan lebih tertarik dengan foto serta caption. So, perhatikan juga caption.
  • Beri tag atau label yang sesuai sehingga bisa masuk ke mesin pencarian Google.
  • Promosi di media sosial dengan sering membagi artikel di Facebook, Instagram, Twitter, Path, Pinterest, dll.
  • Saling bertukar backlink untuk artikel yang relevan. Misal A dan B sama-sama punya artikel tentang Wakatobi maka A memberi backlink tulisan B di blog A, begitu pula sebaliknya.

Pentingnya Analisa Statistik

Travel blogger pun harus berurusan dengan angka-angka statistik! Google analytics atau statistik yang ada di dashboard Blogger menjadi sumber informasi penting. Data tersebut dapat menunjukkan tema artikel yang banyak dibaca untuk panduan penulis memilih tema artikel. Selain itu waktu terbanyak kunjungan pembaca juga nampak sehingga baiknya artikel dibagi ke media sosial pada jam-jam tersebut. Instagram for business dan Twitter juga sudah dilengkapi dengan data engagement suatu post.

Meski demikian, jangan terlalu terpatok pada statistik di atas sehingga hanya menulis yang disukai pembaca. Jadinya malah beban dan ga happy menjalani profesi travel blogger.

Well, ternyata menjadi travel blogger profesional tidak sekadar jalan-jalan lalu menuliskannya di blog. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk mendapat penghasilan dari hobi ini. Seorang travel blogger harus membangun dan merawat blog layaknya perusahaan sendiri. Hal ini harus dilakukan dengan konsisten, konsisten, dan konsisten. Memang ya menjaga konsistensi melakukan suatu hal itu perlu keteguhan hati. Jangan berpikir menghasilkan uang melulu tapi berbagi pendapat serta pengalaman traveling supaya tetap happy. So, let’s travel and share!

Don’t forget to be happy while traveling!

« »

© 2017 My Foottrip. Theme by Anders Norén.