My Foottrip

Helena's journey to here and there

Mengawali Ramadhan di Hotel Grand Zuri BSD City

Ramadhan tiba… Ramadhan tiba…

Ramadhan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim sedunia. Bulan penuh rahmat dan berkah karena pahala ibadah kita dilipatgandakan oleh Allah. Amin. Bagaimana puasa seminggu pertama? Agak berat melihat es buah di siang bolong? Hihihi… masih adaptasi dengan tempo puasa kali ya. Insya Allah kuat, yes!

Ada yang spesial di awal puasa kali ini. Tahun ini Alhamdulillah saya mulai rajin berpuasa setelah 2 tahun berturut-turut banyak bolongnya karena menyusui. Tahun ini pula kami sekeluarga mengawali puasa dengan staycation di hotel. Gaya banget! Ya boleh dong sesekali bergaya apalagi ini free karena saya memenangkan giveaway dari Hotel Grand Zuri BSD City. Hooray!

Grand Zuri BSD City bakal berulang tahun kelima di tahun ini. Sebagai bentuk rasa syukur, hotel bintang empat ini mengadakan giveaway melalui akun instagram @grandzuri.bsd. Hadiahnya menginap 2D1N, lho! Asyik kan. Sebelum ikutan giveaway-nya mending baca dulu pengalaman kami menginap di sana buat bahan caption. Siapa tahu kamu terpilih sebagai pemenang berikutnya.

Ramadhan di Hotel

Gimana sih puasa pertama di hotel? Banyak godaan?

Buat saya yang udah lama ga berpuasa, puasa pertama itu gampang lapar. Apalagi setelah check-in kami disambut sepiring donat dengan topping cokelat, keju, dan sprinkle. Glek! SID yang biasanya males-malesan makan langsung habis 1 donat coklat. Saya menyabarkan diri menunggu adzan Maghrib aja meski khawatir donatnya bakal keras. Eh ternyata sampai malam pun donat dari Cerenti Restaurant masih empuk. Pantesan SID doyan.

Siangnya, ada yang mengetuk pintu saat kami santai di kamar. Saya ga pesan apa-apa kok ada tamu? Wah ternyata kami mendapat macaroon warna-warni. Macaroon ini ciri khas dari Grand Zuri sebagai greeting untuk menyambut tamu. Kalau biasanya ada welcome drink, yang ini welcome cookies *ngarang, hahaha.

Macaroon and greeting card from Grand Zuri BSD

SID jadi ngemil donat dan macaroon serta mulai eksplorasi kamar hotel terutama bagian telepon. “Halo, assalamualaikum.”, ujarnya sambil menempelkan gagang telepon ke telinga. Duh, baterai Si Anak Aktif masih full karena baru melek setelah tidur nyenyak di kereta (FYI, stasiun terdekat yaitu Stasiun Rawa Buntu). Sambil menahan kantuk, saya mengajak mengajak SID bermain di playground di lantai 3.

Cerita lengkap tentang playground dan fasilitas bermain anak lainnya bakal saya tulis di artikel selanjutnya.

Sahur dan Buka Puasa di Grand Zuri BSD

Yang paling membuat saya bahagia yaitu saat sahur dan buka puasa ga perlu mikir masak menu apa hari ini karena udah dimasakin chef. Menunya beragam, dong. Apalagi menu buka puasanya. Wah, bikin kalap!

Saat sahur, kami mendapat wake up call dari resepsionis. Kami pun menuju Cerenti Restaurant di lantai 1. Di sana udah ada beberapa tamu yang juga bersantap sahur. Kalau biasanya buka bersama, yang ini sahur bersama.

Menu yang ada didominasi Indonesian food seperti opor ayam, tongseng kambing, bihun, dan nasi goreng. Ada juga salad buah, kurma, dan kue-kue. Minumannya ada orange juice, guava juice, susu, dan pastinya air putih.

Surprisingly, SID mau ikutan sahur! Ia duduk di baby chair dan asyik makan bihun. Hap hap hap, Alhamdulillah ia mau makan dengan lahap padahal ini pukul 4 pagi. Ia selesai makan lebih cepat dari kami lalu rebahan di sofa lobby hotel. Serasa rumah sendiri kali ya karena dari kemarin ia berani mondar-mandir lobby – restoran sendiri.

Subhanallah, SID ikutan sahur

Sambil menunggu waktu berbuka, kami sempat jalan-jalan di sekitar hotel. Kami sama-sama nge-blank dengan BSD. Terakhir ke BSD city waktu datang ke Big Bad Wolf 2017 di ICE BSD. Itu pun cuma ke sana terus pulang, ga pake muter-muter BSD. So, mumpung lagi santai kami melihat suasana BSD di sore hari.

Di sekitar hotel ada banyak penjual jajanan untuk berbuka. Hotel ini berada di area perkantoran sehingga cocok untuk tinggal selama business trip. Lokasi hotel juga berdekatan dengan Ocean Park BSD Serpong yang bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Menjelang maghrib, kami kembali ke hotel dan langsung mencari tempat duduk di Cerenti Restaurant. Beberapa meja telah dipesan oleh tamu yang mengadakan buka bersama.

Tepat ketika waktu maghrib datang, seorang petugas hotel memukul bedug yang berada di tengah lobby. Hal ini menarik perhatian kami. Ah, ini dia cara memberitahukan waktu berbuka telah tiba.

Bedug di lobby hotel ini dipukul saat adzan maghrib

Menu berbuka begitu beragam memenuhi meja saji restoran. Di bagian kiri ada takjil seperti kolak, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau, puding, dan aneka kue yang menarik untuk dicicip. Di sampingnya ada chef yang membuat menu spesial Tunisian Brik yang berbentuk seperti siomay berisi telur, saos tomat, keju mozzarella, dan isian lainnya dibungkus kulit lumpia udang.

Menu khas Indonesia masih menjadi menu dominan dengan pilihan seperti nasi campur, aneka gorengan, nasi goreng, ayam bakar padang, pindang ikan patin, kailan cah garlic, dsb. Oh ya, tersedia pula aneka sambal seperti sambal ijo, sambal tomat, sambal dabu-dabu, dan sambal kecap.

Aneka takjil saat berbuka di Cerenti Restaurant

 

Aneka kurma dan salad untuk berbuka

 

Mau lauk yang mana? Chef di sana lagi menggoreng Tunisian Brik

Sering kalap saat buka puasa? Sama, hihihi. Dari menu sebanyak itu, saya akhirnya memilih makan kurma dan minum air putih sambil nunggu Tunisian Brik selesai digoreng. Yang ini enaaaak! Rasa telur, tomat, keju, dan udangnya menyatu. Jadi mau ke Afrika. *lho!

Alhamdulillah puasa hari pertama lancar. Buka puasanya juga istimewa dengan menu yang enak di Cerenti Restaurant.

Menikmati live music di Zuri Lounge

Setelah sholat tarawih, Pak Suami ngajakin ngupi-ngupi. Baginya, sehari kurang lengkap tanpa minum kopi. Kami (dan SID yang masih on fire) menuju Zuri Lounge di lantai 2. Aih tempatnya cozy dengan banyak sofa. Cocok deh buat ngobrol atau bersantai diiringi live music.

Pak Suami memesan secangkir latte sedangkan saya memilih Dilmah tea. Seneng banget saya melihat sekotak Dilmah berbagai varian di sana. Tentu saja saya mengambil Dilmah Pure Peppermint Leaves. Rasanya hangat, segar, dan menenangkan.

at Zuri Lounge 2nd floor

 

Dilmah Tea always be my favourite

Kami tidak berlama-lama di lounge karena sudah waktunya SID untuk tidur. Niatnya saya segera menidurkan SID lalu mulai mengerjakan PR. Tapi apalah daya matras di Grand Zuri terlalu nyaman sehingga saya sukses tertidur hingga waktunya sahur. Pantas saja saya tidur nyenyak di sana karena matrasnya King Koil. Maaf ya laptop, kita pending dulu ngerjakan PR-nya.

Nyaman banget bobok di matras King Koil

Buat kamu yang ingin menginap di Grand Zuri BSD, ada Tips Memilih Kamar:

  • Beberapa kamar di lantai 3 langsung berhadapan dengan kolam renang. Kamar ini memiliki teras dengan kursi, meja, dan asbak. Sepertinya ini smoking room.
  • Beberapa kamar di lantai 4 yang menghadap kolam renang memiliki balkon. Serasa di rumah sendiri.
  • Jendela kamar bisa dibuka sedikit hanya untuk intip-intip, ga bisa (dan ga boleh) lompat dari jendela ya!
  • Bagian depan hotel menghadap kawasan pertokoan sedangkan bagian belakangnya menghadap Ocean Park BSD Serpong. Kamar kami di belakang sehingga jelas terlihat cumi-cumi raksasa dan perosotan lain di dalam waterpark. So, mau view yang mana?

Thank you Grand Zuri BSD for having us! It was really special moment to spend Ramadhan in Grand Zuri. Hope to stay in there again next time J

Grand Zuri BSD City by ZHMHotels.com

Jalan Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk Blok CBD Lot 6, BSD City, Serpong, Lengkong Gudang, Serpong, South Tangerang City, Banten 15322, Indonesia
Facebook fanpage: Grand Zuri BSD City
Instagram: grandzuri.bsd
Twitter: grandzuribsd
« »

© 2017 My Foottrip. Theme by Anders Norén.

%d bloggers like this: