Melepas Rindu di Pantai Klayar Pacitan

Menatap deburan ombak memecah keheningan, itulah yang ku rindu dari kehidupan pantai. Kerinduan ini membuncah hingga sore itu kulepaskan di Pantai Klayar Pacitan, Jawa Timur.

tiket masuk pantai klayar pacitan
Letupan bahagia yang membuncah ketika bertemu PANTAI!

Liburan Dadakan ke Pantai Klayar Pacitan

Terima kasih buat Bapak (mertua) yang pagi itu melemparkan ide dadakan bermain ke pantai. Lha pantai mana lagi, Pak? Kan kita tinggal di dekat gunung.

Ah, rupanya Bapak ingin berkunjung ke Pantai Klayar di Pacitan. Utamanya sih sowan ke besan yang tinggal di balik bukit, 10 menit dari Pantai Klayar. Saya sih manut aja mendengar kata “PANTAI”. It’s like a magic word that can boost my mood. I’m a Thalassophile!

Perjalanan yang terlalu direncanakan biasanya malah batal, betul? Ide spontan liburan ke Pacitan seperti ini membuat impian Bapak bertemu besan terkabul dan saya ketemu pantai! Ye ye ye… Segala persiapan dilakukan dalam waktu 1,5 jam dan pukul 9 lewat sedikit kami sudah memulai perjalanan menuju Pacitan.

Berhubung segalanya mendadak, HP belum di-charge penuh padahal kami bergantung petunjuk di Maps. Sinyal timbul-tenggelam, jalanan naik-turun, sebagian beraspal, sebagian lagi aspalnya tinggal kenangan, dan sepertinya faktor saya duduk di tengah membuat perjalanan 4 jam ke Pacitan terasa begitu lamaaa… Saya mual dan eneg sehingga memilih lebih banyak tidur. Tumbenan kok ya mabok darat padahal biasa bepergian jarak jauh.

Baca juga: Hutan Bakau, Wisata di Kota Gresik

Saya tak sempat menikmati pemandangan di sekitar Wonogiri dan Pacitan karena setiap melihat kontur jalan langsung mual. Kepala terasa pusing setiap melihat layar HP jadi ya maaf ke suami ga bisa menjadi navigator. Puyeng banget deh bahkan melihat layar HP yang dipegang orang lain, saya ikutan puyeng. Intinya perjalanan berangkat dan pulang begitu tidak menyenangkan.

Syukurlah bisa berhenti sebentar saat sholat, makan siang, atau mengisi bahan bakar. Saya bisa turun dari mobil dan menghirup udara segar.

fasilitas di pantai klayar
Menyusuri Pantai Klayar bisa dengan berjalan kaki atau menyewa ATV

Menunggu Bunyi Seruling di Pantai Klayar Pacitan

Setelah beramah-tamah sebentar di rumah besan, kami menuju Pantai Klayar, Pacitan. Waktu menunjukkan pukul 2 siang. Pantai nampak sepi, hanya beberapa pengunjung yang sedang bermain pasir atau berjalan di karang pinggir pantai.

Seorang penduduk lokal menawarkan jasa sewa ATV yang dapat digunakan hingga ujung pantai. “Lima puluh ribu saja,” ujarnya. Saya dan suami sempat terpikir menyewa ATV ini karena belum pernah naik motor setengah mobil begini. Tapi, nanti dulu lah. Kami ingin menikmati berjalan di atas pasir.

SID tampak menikmati batu karang yang terhampar di bibir pantai. Ia tak ragu menginjak batu keras itu sementara saya khawatir ia terpeleset lumut. Bocah kecil itu mengikuti ayahnya berjalan dengan santai, gak minta gendong sama sekali.

Ini pertama kalinya SID ke pantai beneran. Sebelumnya kami pernah ke Ancol. Di sana ia bermain pasir tapi… ya gitu deh pasirnya seperti ditabur di atas beton jadi ga tebal, segitu doang. Berbeda dengan Pantai Klayar yang meski udah digali dan digali, belum nampak dasar dari pasir tersebut.

Baca juga: Akhirnya ke Bawean Juga

Tiba di ujung pantai terdapat dua bukit karang yang mengapit aliran air laut. Karang-karang di sana banyak yang berlubang kecil sehingga ketika ombak datang, air laut keluar (muncrat) dari lubang tersebut, membuat bunyi seperti seruling. Tapi saat kami ke sana, tidak terjadi apapun. Huhuhu… kemanakah perginya seruling samudera? Tak apalah karena SID betah bermain pasir dan saya cukup bahagia memandang air laut.

Kami akhirnya pulang setelah angin dingin menerpa berulang kali dan saya ga bawa jaket. Alamak… ternyata sore di pantai dingin juga!

harga tiket pantai klayar
Dilarang berenang di Pantai Klayar. Berkontemplasi saja lah 🙂

Biaya Liburan di Pantai Klayar Pacitan

Berlibur di Pantai Klayar, Pacitan tergolong murah. Kami tidak membayar tiket masuk sama sekali. Lha ga ada yang jaga di loketnya. Mungkin akan berbeda ketika akhir pekan atau musim liburan, ya.  FYI, tiket masuk Pantai Klayar di hari Senin-Jumat 5000 rupiah sedangkan saat akhir pekan menjadi 10.000 rupiah.

Parkir mobil pun gratis. Tukang parkirnya udah pulang, mending tidur di rumah daripada nungguin pantai yang sepi. Hehehe.

Baca juga: Mudik Sambil Wisata di Jalur Pantura

Pengeluaran kami hanya untuk membeli kelapa muda, per butir Rp10.000,00. Harga yang masih masuk akal untuk kelapa utuh. Sedapnya menenggak kelapa muda sambil mensyukuri indahnya Pantai Klayar.

rute menuju pantai klayar
Tiga generasi menikmati indahnya Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur

Terima kasih Pantai Klayar. Padamu, ku lepas rindu akan pantai. Selanjutnya, ke pantai mana lagi, Yah?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Author: helenamantra

Love to share stories on helenamantra.com and myfoottrip.com

14 Thoughts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *