Megahnya Masjid Ramlie Musofa di Kawasan Elite Jakarta

Megahnya Masjid Ramlie Musofa di Kawasan Elite Jakarta

Biasanya dalam suatu perjalanan saya singgah di masjid untuk menunaikan sholat sambil istirahat sejenak. Kalau tidak ada, saya mampir ke pom bensin yang menyediakan fasilitas mushola. Namun siang itu saya sengaja menjadikan masjid sebagai tujuan perjalanan. Kemegahan masjid ini membuat saya ingin berkunjung langsung ke sana. Inilah Masjid Ramlie Musofa.

Masjid Ramlie Musofa
Masjid Ramlie Musofa

Masjid yang didominasi warna putih ini terletak di perumahan elit Sunter. Tepatnya di Jalan Danau Sunter Raya Selatan Blok I / 10 No. 12C – 14A, Jakarta Utara.

Di antara deretan rumah segedong-gedong, masjid yang menghadap danau Sunter ini nampak begitu mencolok. Kalau rumah di kanan-kirinya identik dengan pagar tinggi dan kawat tajam di ujungnya, masjid ini berpagar rendah. Seperti mempersilakan untuk mampir beribadah.

“Assalamualaikum,” salah seorang dari tiga satpam memberi salam.

“Waalaikumsalam,” jawab saya sembari masuk ke halaman masjid.

Saat itu ada rombongan 2 bis yang sedang berkeliling masjid. Ibu-ibu rombongan sibuk mengabadikan diri di tangga masjid yang dihiasi Surat Al-Fatihah dalam 3 bahasa, Arab, Indonesia, dan Mandarin. Berbagai tulisan dalam bahasa Mandarin inilah ciri khas Masjid Ramlie Musofa. Maklum, masjid ini dibuat oleh keluarga mualaf Tionghoa.

Ramlie Musofa sendiri terdiri dari singkatan nama keluarga, yaitu: Ramli Rasidin, Lie Njoek Kim, Muhammad Rasidin, Sofian Rasidin, dan Fabianto Rasidin. Tiga nama terakhir adalah anak dari Haji Ramli.

Terik matahari yang menyengat membuat saya segera masuk ke masjid. Sebelum itu saya mengambil wudhu di lantai 1. Tempat wudhu wanita di sebelah kiri tangga. Pada dindingnya terdapat petunjuk tata cara berwudhu lengkap dengan doa wudhu. Biasanya saya hanya melihat poster langkah berwudhu di masjid atau mushola tapi kali ini berbentuk ukiran besar yang indah. Subhanallah. Saya juga memperhatikan kran airnya yang memakai merek terkenal. Benar-benar berkualitas.

masjid-ramlie-musofa-62

Tempat wudhu dengan tata cara berwudhu
Tempat wudhu dengan tata cara berwudhu

Dari tempat wudhu ada tangga menuju ke lantai 2, ruang sholat utama. Pilar-pilar berdiri tegak menyangga hingga lantai 4. Terdapat jam besar yang bertuliskan nama pemberi hibah. Di atas mimbar terdapat kaca dengan hiasan Al Fatihah yang menjulang hingga lantai teratas. Pada ruangan ini pula terdapat 2 lift untuk membantu jamaah difabel.

Saya duduk di karpet hijau yang tergelar di ruangan ini. Tak henti-hentinya saya mengagumi kemegahan dan kebersihannya. Saking bersihnya saya sampai berpikir, masjid ini dipakai atau tidak ya?

Ketika mendongak ke atas, nampak bagian dalam kubah yang dikelilingi tulisan asmaul husna. Tepat 99, saya menghitung sembari memutarkan badan.

Memandang tulisan Allah di kubah
Memandang tulisan Allah di kubah
Asmaul husna yang mengelilingi kubah
Asmaul husna yang mengelilingi kubah
Ruang sholat utama
Ruang sholat utama
Ada lift-nya
Ada lift-nya

Di bagian luar terdapat bedug dan tanda peresmian masjid. 15 Mei 2016, masih tergolong baru sejak diresmikan oleh pemilik dan imam besar Masjid Istiqlal.

Pemandangan luar masjid seperti di film-film Timur Tengah. Semilir angin membuat saya terbuai membayangkan film Ayat-Ayat Cinta. Ah jadi sok tahu padahal belum pernah ke sana.

Lantai 3 bisa digunakan untuk tempat solat dengan banyak cerukan. Mengapa begitu? Saya kurang paham tentang arsitektur. Naik lagi ke lantai 4 dengan tangga yang tinggi dan sempit. Di sini ruangan jauh lebih kecil tetapi bisa melihat pemandangan di roof top, termasuk tulisan asmaul husna tadi.

masjid-ramlie-musofa-38

Sayangnya saya ke sana bukan di waktu solat atau menjelang solat. Dari artikel yang saya baca, masjid ini tidak menggunakan pengeras suara saat mengumandangkan adzan.

Selepas sholat sunnah, saya melangkah keluar masjid. Dari seberang pintu masuk utama langsung disambut ukiran Quran surah Al Qori’ah dalam 3 bahasa. Saya kembali tertegun membaca artinya. Subhanallah. Alhamdulillah. Allahuakbar. Semoga keluarga pemilik Masjid Ramlie Musofa senantiasa dilimpahi berkah oleh Allah dan istiqomah dalam menjalankan perintah-Nya. Amin.

Di kanan kiri tangga ada surat Al Fatihah, sedangkan di seberangnya surat Al Qori'ah mengingatkan tentang hari akhir
Di kanan kiri tangga ada surat Al Fatihah, sedangkan di seberangnya surat Al Qori’ah mengingatkan tentang hari akhir

 

39 thoughts on “Megahnya Masjid Ramlie Musofa di Kawasan Elite Jakarta

  1. Eh ya Allah bagus banget masjidnya! Lope lope deh.. aku suka senang kalau ada masjid2 cantik, rasanya bangga karena rumah Allah bagus2 banget dan bikin betah beribadah 🙂

  2. Masjidnya sungguh megah…membuat siapa saja yang masuk menjadi tenang.

    Namun sayangnya, terlalu sepi.
    Apalagi adzannya tidak dikumandangkan.

    Padahal adzan adalah salah satu cara umat Islam untuk syiar.

    1. Eh ini saat belum waktu sholat ya sepi, mba. Kalau adzan tanpa pengeras suara mungkin untuk toleransi dengan tetangga. Di luar negeri juga adzan tanpa pengeras suara, alhamdulillah masjid tetep rame

  3. Masa Allah… Semoga jadi orang yang diridhoi keluarga pendiri masjid ini. Megah dan luar biasa.
    Baru tahu saya ada masjid kompleks yang pakai lift!

    Kalau dekat, bakal sering saya ajak ke masjid seperti ini. Hehe…

    Maaf komentarnya semalam gak muncul. Mgkn gangguan jaringan. Semoga kali ini lolos

    Ssst! Di Cianjur belum ada Masjid semegah dan sebagus ini. Masjid besar saja kalah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: