Keliling Ancol Gratis Naik Bus Wara-Wiri

Keliling Ancol Gratis Naik Bus Wara-Wiri

Letak Taman Impian Jaya Ancol tidak terlalu jauh dari rumah. Tapi mikir mau ke sana bakal jadi liburan mahal. Bayangin aja berapa tiket masuk Seaworld, Dufan, Atlantis, Gondola, dan wahana seru lainnya. Saat saya kuliah dulu masih merasakan tiket masuk Ancol hanya 10ribu rupiah. Dufan juga ada promo 80ribu rupiah. Hiburan banget buat mahasiswi perantau macem saya dan teman-teman.

Aih, pikiran saya ini akibat kurang update alias kudet. Liburan ke Ancol bisa menjadi alternatif liburan dengan budget terjangkau. Buat keluarga dengan balita seperti keluarga kami, berlibur ke Ancol bisa hemat, lho. Caranya… baca di bawah ini ya.

Moda transportasi ke Ancol banyak ragamnya. Bisa naik kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Bila membawa mobil, biaya masuknya Rp25.000,- sedangkan motor Rp15.000,-. Akan tetapi kami memilih naik bus TransJakarta, salah satunya jurusan Kampung Melayu – Ancol, dengan tarif Rp3500,-/orang. Bus TransJ memang menjadi favorit karena biayanya murah dan bisa keliling Jakarta (asalkan tidak keluar halte). Kami turun di halte terakhir yaitu Ancol. Letaknya di dalam Taman Impian Jaya Ancol.

Keluar dari halte TransJ, kami naik ke tempat pembelian tiket masuk Ancol. Harga tiketnya Rp25000,-/orang. Buat anak usia 2 tahun ke atas harus membeli tiket. Untunglah Sid belum 2 th, masih free 😃. Dari sini kami masuk ke Ancol.

Buat keliling Ancol dari satu spot ke spot yang lain, tersedia Bus Wara-Wiri. Fasilitas bus ini gratis. Di dekat loket masuk Ancol ada shelternya. Di sini tersedia peta rute bus. Rute terbagi 2 yaitu biru (selatan) dan merah (utara). Rinciannya yaitu:

Peta Rute Bus Wara Wiri di Ancol (pic imeldatonny)

Rute Utara:

  • Marina
  • Pantai Indah
  • Monumen
  • Gerbang Timur
  • Ancol Lagoon 1
  • Ancol Lagoon 2
  • Carnaval

Rute Selatan:

  • Gerbang Barat
  • Busway/halte transjakarta
  • Dufan
  • Ecopark
  • Ecovention
  • Pasar Seni
  • Monumen
  • Samudra/Atlantis

Dari halte busway, tujuan saya mau ke Dufan buat ketemu kakak yang lagi liburan setelah itu lanjut ke pantai. Ternyata kakak masih kena macet. Yaudah deh kami ke pantai dulu aja. Nah, saya ga tau pantai mana yang bagus, pokoknya pantai dulu deh. Hahaha. Jadi saat ada bus datang dan satpam berteriak, “Pantai… Pantai…”, saya langsung naik.

Bentuk luar bus seperti bus pariwisata biasa atau sebesar bus TransJ. Tidak semua bus bertuliskan “Wara-Wiri”. Selain itu tanda rute biru atau merah juga kurang jelas sehingga saya ragu mau naik. Takut salah bus. Kalau ada satpam sih enak bisa nanya. Atau langsung nanya ke sopir apa lewat rute yang kita inginkan.

Di dalam bus wara wiri ancol

 

Kosong! serasa carter bus

Mungkin karena saat itu weekday, penumpang bus terlihat lengang. Katanya sih weekend bisa padat dan antri naik. Alhamdulillah bisa ngadem sebentar di bus sambil melihat Ancol.

Bus Wara-Wiri ga berhenti di tiap halte. Pak sopir akan bertanya siapa yang mau turun di halte itu. Kalau ada yang jawab, ya berhenti. Kalau ga ada yang mau turun dan ga ada penumpang yang akan naik, bus lanjut. Jadi siap-siap turun di halte tujuan supaya ga kelewatan.

Karena rutenya dibagi 2, ada halte buat transit yaitu halte monumen. Cirinya ada monumen di tengah danau (atau kolam gede?). Nah, Pak Sopir menyebut, “Pantai, siapa yang mau ke pantai turun sini.”. Tapi saya heran wong ga ada pantai kok dibilang pantai. Heuuu ternyata maksudnya ini tempat transit kalau mau ke pantai. Teng tong… Saya jadinya turun 1 halte setelahnya, tepatnya di dekat loket Gondola.

Yaweslah ga jadi ke pantai. Saya dan Sid main aja di area Monumen. Di sana ada alat olahraga/fitness outdoor seperti sepeda, double swing, dll. Kalau menyusuri area ini, di sepanjang jalan ada banyak permainan anak seperti ayunan, jaring laba-laba, dsb. Buat yang galau juga gpp sih duduk di ayunan sambil melamun. By the way, enaknya main ke Ancol saat weekday ya sepi, ga rebutan mainan. Hohoho.

main ayunan di area monumen ancol

 

banyak alat fitness outdoor

Berhubung cuaca makin memanas dan saya udah dapat kabar kalau kakak sampai Ancol, kami naik Bus Wara-Wiri lagi ke arah Dufan (rute biru). Waktu itu saya masih ga paham dengan rute bus dan sayangnya ga semua halte ada petunjuk peta rute bus. Huhuhu… Jadi saat ada bus lewat, saya nanya dulu ke sopir supaya ga salah arah.

Sampai di Dufan, tepatnya loket Dufan, kami mendapat rezeki anak sholeh-sholehah. Ceritanya ada di “Mendadak Ke Dufan”.

37 thoughts on “Keliling Ancol Gratis Naik Bus Wara-Wiri

  1. Pantainya panaass..
    Enaknya nongkrong di cafe deket situ, mba..
    Persis kaya aku sama anak-anak.
    Niatnya main, tapi gak bertahan lama…karena teriknya Jakarta kebangetan.

    Heuu~~
    Melipirlah kita…

    Sepi gini, enakan sambil baca buku yaa, mba..
    Damaaaiii.

  2. Aku dulu pernah ke dufan. Tapi cuma singgah ke tempat makannya doang. Acara kantor sih. Pingin banget padahal main2 di wahana permainannua terus keliling kaya kamu, helen. Pinginnya pakai banget. Hihihi

  3. Waaa aku belum pernah nyoba bus wara wiri.. Asik ya kalo kosong gitu mba len.. 😀 Yg bikin Ancol kerasa mahal wahana2nya itu ya mba, tp kalo gak masuk masih bisa jg nikmatin yg gratisan tp tetep asik dan anak seneng.. 😀

  4. xixixix aku ini termasuk yg belum punya kendaraan roda empat pribadi, dan karena sering main ke dufan (punya annual pass)kalau ke sini, emang selalu naik wara wiri, yang penting tahu jadwalnya.. jd begitu turun dr shelter busway langsung dpt wara wirinya

  5. Waah makin maju transportasi kita ya,semua bisa ikut menikmati kemajuannya,mudah-mudahan Indonesia semakin terus maju dalam segala bidang ya bund .. Aamiin

  6. Meskipun msh di Jakarta tp jujur aja nih, sdh lama bgt ngga ke Ancol wkwkwk. Pengen bgt sich kesana,nikmati suasana pantai Jakarta. Kalau untuk ke Dufan, sepertinya kurang tertarik sich, mungkin krn faktor u kali yaaa hahahaha

  7. Hhhmmm….. Baru hari minggu kemarin aku mau pergi ke ancol, tp males kalo pake motor, pengen nyoba pake busway, tp karena ga tau kalo disana ada bus wara wiri, akhirnya ga jd deh, soalnya kalo pake busway didalamnya aku pikir harus jalan kaki, tp setelah baca info ini, kayaknya harus jadi nih kesana, walau hanya sekedar main2 aja di pantai dan sekitarnya. Terimakasih infonya mba helena.

  8. Oohh weekdays ada juga ya bus wira wirinya, kirain cuma pas weekend atau libur nasional aja. Pernah coba setahun lalu pas libur lebaran.. Penuhhh tumplek blek kayak cendol hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: