Blogger Mendongeng di Kafe Sastra Balai Pustaka Jakarta

Kafe Sastra Balai Pustaka Jakarta tidak mencolok dari luar kantor Balai Pustaka. Kalau enggak karena workshop blogging bersama komunitas Ibu Profesional, saya tidak tahu ada tempat ngobrol yang asyik ini. Kafenya sastra banget deh. Enggak percaya? Baca terus, ya.

Dongeng Tentang Menghasilkan Uang dari Blog

ibu profesional jakarta
Dongeng tentang IRT yang menjadi blogger

Alhamdulillah, suatu amanah yang luar biasa ketika Rumbel Menulis (RBM) Ibu Profesional Jakarta mendapuk saya sebagai narasumber dalam workshop kali ini. Workshop berjudul “Productive Blogging: Trik Meningkatkan Traffic dan Menghasilkan Uang Melalui Blog” mengembalikan gairah saya dalam dunia blogging setelah kelamaan cuti melahirkan. Hahaha … sok-sokan pakai istilah cuti segala.

Selama satu jam lebih satu menit saya mendongeng tentang pengalaman menghasilkan uang dari blog. Mulai dari bahas sumber penghasilan, benefit, sampai tips meningkatkan trafik. Ya, semoga para peserta makin semangat ngeblog, ya, bukannya makin puyeng mendengar dongeng saya. Hehe ….

tempat workshop jakarta
Ssstt … peserta fokus mengerjakan latihan

Obrolan dengan para peserta selama workshop mampu menghangatkan suasana meski di luar sedang hujan deras. Senangnya bisa bertemu para perempuan produktif ini. Ada lho yang baru membuat blog karena mau mengikuti blogging workshop ini. Ada pula yang sudah menghasilkan novel dari kumpulan ceritanya di blog. Wow!

Review Kafe Sastra Balai Pustaka Jakarta

Setelah puas ngobrolin soal blog, saatnya peserta praktek dan saya makan. Haha … lapar juga cuap-cuap. Baby Uno juga memanggil minta menyusu.

Praktek kali ini, peserta menulis ulasan tentang Kafe Sastra dalam waktu singkat. Ya, sekitar 30-45 menit mereka sudah bisa menyelesaikan tulisan dan membaginya di media sosial. Hasil tulisannya bisa dibaca di sini.

kafe sastra balai pustaka
Profil sastrawan menghiasi pilar di Kafe Sastra

Tak salah bila tugas workshop kali ini mengulas tentang Kafe Sastra. Berbagai kafe kekinian kian menjamur. Saya sering mencari tempat untuk event kesulitan mendapat tempat yang tepat. Nah, Kafe Sastra menggabungkan dua hal tersebut. Buat nongkrong bisa, buat venue talkshow atau workshop juga nyaman.

Bentuk kafenya itu seruangan dibagi menjadi sebelah kiri tempat acara, sebelah kanan untuk kafe. Kedua ruangan ini hanya bersekat rak buku jadi nampak luas dan mudah mobilisasi antara workshop dan kafe.

Saya datang ke workshop dengan paket komplit, suami dan dua anak plus stroller. Selama saya mengisi acara, mereka menunggu di kafe. Kalau si bayi terbangun, ayahnya mendorong stroller mengelilingi kafe. Alhamdulillah aman ya selama workshop.

kafe sastra balai pustaka
Baby Uno, cintailah buku. Konon katanya buku adalah jendela dunia.

Namanya juga kafe milik Balai Pustaka, di sini banyak terpajang buku-buku terbitan Balai Pustaka yang bebas dibaca, ada pula yang dijual. Begitu melihat buku, SID langsung mengambil kursi dan duduk santai membaca sebuah buku yang menarik minatnya.

Pilar-pilar penyangga bangunan pun berhias gambar wajah sastrawan kenamaan Indonesia seperti Marah Rusli, Putu Wijaya, Idrus, dan sebagainya. Asing dengan namanya? Tenang saja, di pilar tersebut tertulis biografi singkat, buku karya penulis, juga sekilas isi buku tersebut.

kafe sastra balai pustaka
Taman bunga di halaman Balai Pustaka menarik buat tempat foto, sayangnya udah panas

Menu di Kafe Sastra yang Unik

Ya namanya juga Kafe Sastra, menu makanan dan minuman di sana pun unik. Sebut saja Kentang Hikayat, Antologi Ropisbak, Kebab Pujangga, Cireng Cinema, Kopi Pantun, Teh Gurindam, dan Senja Merona. Menu tersebut ditawarkan dengan harga berkisar Rp6.500,00 – Rp33.000,00.

kafe sastra balai pustaka
Menu minuman Kafe Sastra Balai Pustaka

Saya sempat menyicip sedikit jus strawberry yang dipesan SID. Rasanya begitu segar setelah workshop yang lumayan membuat otak ngebul.

Romansa Spageti yang dipesan meja sebelah pun nampak menggiurkan. Porsinya banyak, lho, untuk harga Rp18.000,00.

harga makanan kafe sastra jakarta
menu makanan Kafe Sastra Balai Pustaka

Sebenarnya SID ingin memesan Kentang Hikayat namun antrean panjang karena masuk waktu makan siang. Ya semoga lain kali ada kesempatan untuk ngobrol-ngobrol di Kafe Sastra lagi.

Kafe Sastra

Istana Peradaban Balai Pustaka

Jl. Bunga No. 8, Palmeriam, Kec. Matraman

Jakarta Timur

DKI Jakarta 13140

No. HP 081277770058

Buka setiap hari pukul 09.00 – 21.00 WIB

Stasiun terdekat: Stasiun Pondok Jati (180 m)

Halte TransJakarta terdekat: Halte Slamet Riyadi (600 m)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Author: helenamantra

Love to share stories on helenamantra.com and myfoottrip.com

28 Thoughts

  1. ini dongeng yang berfaedah , dan ga akan ada abisnya mendongeng kek begini. Apalgi bagi mereka yang membutuhkan, Ah so sweet ya…
    Semoga berkah buat semua mendongengnya ya. TRus kapan ajak aku ke Kafe Sastra ini?

  2. Mba Helena keren bisa mengisi dan berbagi ilmu di ibu-ibu profesional. Semoga ilmunya berkah ya mba . Ngomong- gomong uni juga ya ada kafe satra. Konsepnya juga unik. Aku suka dan konsepnya kayaknya jarang banget ya cafe ambil konsep kayak gini

  3. eh gimana..gimana, mendongeng? Oh ternyata.
    ada gitu ya kafe sastra, konsep milenial mengusung literasi, bagus juga idenya Balai Pustaka. Alhamdulillah lho, ada suami yg bisa mendukung istri dan mendampingi paket komplit. Jadi ilmu nggak stag di kita aja, tapi juga tersalurkan, karena begitulah konsekuensinya ilmu, mestinya bisa mengalir

  4. ada menu keripik chicklit atau jus soneta ga mbak? hahaha.

    jd pinisirin dengan kafa sastra .mana tau setelah ke sana bisa menghasilkan novel hahaha.

    dan turut bangga utk sharingnya mbak…ibu2 produktif banget pokoknya mah

    1. saya maunya cireng cinema. hihi. menu2nya unik2 ya.

      keren ibu2 antusias datang dan belajar. ternyata sudah ada yg bikin novel dr karyanya di blog. ah saya kalah semangat

  5. Kereen ya, konsep yang diusung oleh Kafe Sastra. Dari mulai penataan ruangan, interiornya hingga nama menu makanannya, berhubungan dengan sastra. Unik!

    Peserta workshopnya langsung praktek ya, Mbak? Soalnya pada bawa laptop. Salut juga dengan peserta yang udah bisa buat novel dari kumpulan tulisannya di blog

  6. Keren pisan deh mbak jadi narasumber, kita jadi makin semangat ya kalau pesertanya on fire buat belajar, sampai banyak pertanyaan, hepiii, aku pengen banget main ke BP, belum pernah deh pengen lihat kafenya juga, cobain menunya..

  7. Nama menunya apik-apik ya, jadi pengin njajan ke sana juga. Harga standart jugalah, apalagi kalau masih tanggal muda,hehe

    Btw, kreatif juga nih nyari lokasinya. Kepikiran aja di tempat ini. Orang jadi tahu juha ada cafe nyastra di JakTim

  8. Saya salut dengan komunitas ibu-ibu profesional ini mereka sungguh luar biasa. Di saat sibuk mengurus si buah hati masih sempat menulis dan punya target yang jelas.

  9. Keren banget mamak Sid berbagi ilmu ngeblog. Semoga banyak yang terinpirasi utk mengeluarkan gagasan di blog dan bisa jd tulisan yang sarat infornasu buat org lain jg ya. Yaaa drpd kuota inet abis buat medsos lbh baik byat ngeblog apalagi klo menghasilkan yaaa

  10. Wah keren iih sudah jadi narasumber. Semoga makin sukses yaa ngeblognya mama SID. Btw itu murah ya harga dimulai 18rb di kafe sastra. Itu deket pula sama rumah papa di jaktim.

  11. Cieh cieh ada yg mendongeng jadi narsum wkwk, nah kan punya Uno jadi bawa stroller, untung suami bisa diajak kerjsama ya. Btw nama makanan pun unik mengandung istilah yg bau buku, harganya terjangkau banget. Acara padat bergizi ini bisa jadi ilmu banget seputar blog pastinya buat peserta. Kerennn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *