My Foottrip

Helena's journey to here and there

Bermain di RPTRA Kalijodo dan RTH Kalijodo

RPTRA Kalijodo – Salah satu yang membuat saya bahagia hidup di Jakarta adalah banyaknya taman yang bisa dinikmati gratis. Gedung pencakar langit makin tersebar di Jakarta. Sumpek gitu melihat gedung tembok gedung tembok. We need fresh air! Maka saat liburan kami memilih bermain dari satu taman ke taman lain.

Kami sering mencari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang recommended. RPTRA ini program dari zaman gubenur Ahok yang gencar dipromosikan menjelang pemilihan gubenur. A bit politics tapi saya ambil sisi positifnya saja, anak-anak punya tempat bermain yang nyaman di Jakarta.

RPTRA ada yang luas, ada yang nyempil dengan fasilitas seadanya. RPTRA yang paling terkenal ya RPTRA Kalijodo. Ini mungkin karena Kalijodo yang beralih fungsi dari bernuansa negatif menjadi ruang terbuka. Berhubung saya mengikuti day by day pembongkaran Kalijodo di TV, saya tertarik berkunjung ke RPTRA Kalijodo. Seperti apa sih suasana di sana?

Ternyata ga hanya saya yang penasaran tetapi juga beberapa teman blogger. Kami pun janjian berkunjung ke RPTRA Kalijodo saat weekday karena weekend antrinya bisa panjan. Sebagai kepala suku Bu Ayya (Maria Soraya) yang memandu kami karena beliau sudah pernah ke sana.

Setelah bongkar formasi berkali-kali hingga hari H pun ada yang berhalangan hadir karena anak sakit atau job dadakan (mau dong…), rombongan bu-ibu dan nak-kanak yang ikut yaitu: Maria Soraya dan Mada, Ayu Anggarini dan Arsyad, Tetty Tanoyo, Dita Rumika’s journey, dan Helenamantra bersama SID. Kami berkumpul di Stasiun Juanda lalu melanjutkan perjalanan dengan taksi ke RPTRA Kalijodo (disponsori oleh Bu Ayya, pengguna setia taksi online). Dari Juanda taksi menuju arah Kota lalu belok kiri melewati fly over Asemka, terus aja tiba-tiba udah sampai di RPTRA Kalijodo. Saya ga gitu paham rutenya sih lha wong di mobil nyanyi-nyanyi sama Mada. Hahaha…

Baca Keliling Ancol Gratis Naik Bus Wara-Wiri

Ini pilihan transportasi umum ke RPTRA Kalijodo:

City Tour Bus alias bus tingkat (free): dari halte Balai Kota ke RPTRA Kalijodo mulai pukul 11.00 WIB. Pemberangkatan tiap 30-60 menit. Rute bus ini dari Balai Kota ke Sarinah jadi bisa naik juga dari sana.

Bus Transjakarta (Rp3500,-): lebih fleksibel dibanding menunggu city tour bus. Turun halte busway Jakarta Kota kemudian lanjut ojek ke RPTRA Kalijodo (4,2km).

KRL: turun stasiun Jakarta Kota kemudian lanjut naik ojek ke RPTRA Kalijodo (4,2 km).

Baca juga Pretend Play di Kidzoona Mal Artha Gading

Kami sampai di RPTRA sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika itu matahari masih bersinar menghangatkan tubuh. Lama kelamaan sinarnya makin menyinari dengan terik. Hmm, sebaiknya berkunjung saat pagi atau sore hari supaya lebih menikmati suasana RPTRA.

taman bermain gratis di jakarta

Satu sudut di RPTRA Kalijodo

Dari beberapa RPTRA yang pernah saya kunjungi, Kalijodo termasuk yang paling luas yaitu 4.686 m2. Di sisi kiri dan kanan tersedia perosotan, ayunan, kuda-kudaan, dan permainan motorik lainnya. Selama bermain di area ini diharapkan pengunjung melepas alas kaki. Akan tetapi berhubung matahari sedang hot-hotnya, saya pakai saja deh.

Heran deh meski panas gini, anak-anak tetap asik bermain. Saking girangnya melihat banyak mainan di depan mata. Pengunjung saat itu hanya dari rombongan kami sehingga anak-anak (dan emaknya) leluasa bermain.

Ketika itu kami disambut Ibu Dewi sebagai salah satu pengelola RPTRA Kalijodo. Beliau menjelaskan fasilitas di RPTRA ini semuanya gratis termasuk penggunaan aula untuk kegiatan umum. Tetapi untuk event besar perlu pengajuan izin ke pengelola. Kegiatan rutin RPTRA Kalijodo di aula seperti senam lansia, silat, tari, dan mewarnai setiap Sabtu. Kegiatan ini bebas diikuti oleh siapa saja.

Aula RPTRA Kalijodo bisa buat blogger gathering sambil bawa anak. Saat orang tua ngumpul, anak-anak bisa bermain di taman atau membaca buku di perpustakaan samping aula. Sayangnya AC di ruangan kurang berasa dinginnya. Tetap aja saya kipas-kipas manual sambil menemani SID membaca buku.

Di Kalijodo juga terdapat ruang konsultasi untuk perlindungan anak. Duh saya lupa tepatnya karena catatan berupa foto di HP yang hilang. Di sini juga ada ruang laktasi yang AC-nya dingin. Oh ya terdapat pula kantin yang menjual makanan, minuman, dan souvenir. Karena letak Kalijodo di antara dua sungai, susah mencari makanan termasuk street food. Sebaiknya membawa bekal sendiri.

Baca Ini Dia Souvenir Khas Indonesia yang Berkualitas Tinggi

Fasilitas toilet dan mushola juga tersedia di samping aula. Sayangnya air di sini cenderung asin. Ini termasuk masalah yang dihadapi pengelola ketika menyiram tanaman. Beberapa tanaman tampak layu efek air asin tersebut. Kini pengelola menyiasatinya dengan menampung tetesan air AC untuk menyiram tanaman. Semoga masalah dapat tertangani dengan baik, ya.

RTH Kalijodo

ide main di jakarta

Mural keren di RTH Kalijodo

Di balik RPTRA Kalijodo terdapat ruang terbuka yang lebih luas yaitu Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo. Di sini sebagian besar tempatnya digunakan untuk jalur BMX dan skateboard. Di sisi kanan terdapat tempat teduh yang dilengkapi kanopi dan taman kecil. Dinding pemisah RPTRA dan RTH dihiasi mural indah yang belum sepenuhnya selesai.

Kami duduk santai di RTH Kalijodo sambil menikmati semilir angin. Anak-anak berlarian di tempat yang luas. Saya tidak terlalu khawatir karena RTH ini dikelilingi pagar sehingga anak mudah dipantau. Akan tetapi perlu berhati-hati juga karena ada motor yang lewat di dalam RTH. Sepertinya ini motor pengurus karena kendaraan pengunjung diparkir di luar RTH.

Sudah pernah ke BSD? BSD Ternyata Menyimpan 5 Tempat Wisata Ini Lho!

Kami di sana sampai sekitar pukul 1 siang. Perut lapar, ga kuat hanya diganjal snack. Air minum telah habis. Saat mau membeli ke kantin RPTRA, pengurusnya sedang beristirahat sehingga kantin tutup. Yaudah deh menahan haus dan lapar kami naik City Tour Bus dari RPTRA Kalijodo ke halte Balai Kota.

Perjalanan sedikit macet di exit tol Semanggi. Anak-anak enjoy aja berada di dalam bus karena bisa melihat pemandangan dari ketinggian. RPTRA Kalijodo ke halte Balai Kota hanya 30-45 menit dengan pemberhentian di Bendungan Hilir, Plaza Indonesia (wisata belanja), dan Sarinah Thamrin (wisata belanja). FYI bus ini tidak melewati busway (jalur khusus) sehingga sempat terkena macet di Sudirman dan Thamrin.

Menurut kamu “Asuransi Perjalanan, Penting Banget atau Penting Aja?”

Dari halte Balai Kota kami memutuskan mengisi perut di Lenggang Jakarta, kawasan kuliner di Monas. Awalnya saya ragu makan di sana karena pengalaman buruk dahulu kala yang rasa makanan tidak enak tetapi harganya selangit. Syukurlah Lenggang Jakarta lebih tertata dengan papan harga yang jelas di tiap stand makanan.

Di situ tertulis pembayaran menggunakan e-money. Kalau penjual meminta cash maka gratis. Entah ini beneran berlaku atau tidak karena saya tidak menjumpai tempat pembelian atau pengisian e-money. Bagaimana bila pengunjung tidak memiliki kartu tersebut? Atau saldonya kurang? Eh ternyata si bapak penjual soto meminta cash aja. Btw, porsi makanannya kecil dan rasanya kurang cocok di lidah saya tetapi setidaknya harga masih bisa diterima, Rp25.000,- untuk semangkuk soto betawi dan nasi.

tempat makan di monas

Kawasan kuliner Lenggang Jakarta di Monas

Menjelang ashar, rombongan kami berpisah. Bu Ayya, Mbak Tetty, dan Bubu Dita melanjutkan ke Juanda naik kereta sedangkan saya dan Ayu naik Transjakarta. Alhamdulillah SID senang dengan playdate hari ini. Di dalam bus ia tertidur hingga sampai di rumah pun masih nyenyak. Super senang dan super lelah. Hihihi. Next kita kemana lagi ya?

RPTRA Kalijodo

Jl Bidara Raya No.18, Pejagalan, Penjaringan, Angke Tambora, Jakarta Utara

 

« »

© 2017 My Foottrip. Theme by Anders Norén.