My Foottrip

Helena's journey to here and there

Bawean – Edisi Kering

Wisata darat di Bawean tak kalah menarik dari wisata lautnya. Berikut ini beberapa hal menarik yang bisa dijumpai di Pulau Bawean:

bawean - edisi kering (4)

makam 12 meter

Jherat Lanjheng

Sebuah makam di Bawean menjadi istimewa karena panjangnya 12 meter. Buset..itu orang gedenya seberapa sampai makamnya segitu. Ternyata setelah dijelaskan pemandu lokal, makam itu konon sebagai simbol tempat pertumpahan darah dua pengawal Aji Saka saat menjalankan tugas. Dalam bahasa Bawean disebut jherat lanjheng atau makam panjang. Di kanan kiri makam berbatasan dengan pantai. Suasananya sepi khas pedesaan.

Alun-alun

Setiap berangkat dan pulang dari tempat wisata di Bawean kami selalu melewati alun-alun untuk mencapai penginapan. Saat pagi alun-alun yang tidak begitu besar ini sepi namun mulai sore banyak penjual sandang maupun papan di sekitarnya. Beberapa kali tempat ini difungsikan sebagai pusat kegiatan rakyat. Khusus malam tahun baru akan diselenggarakan parade budaya di alun-alun.

Baca juga: Akhirnyaaa ke Bawean

Kuliner dan Pakaian Melayu

Disamping pesona tempat wisata, keramahan penduduk Bawean membuat saya ingin kembali ke sana. Tanpa segan terhadap tamu antah berantah, mereka menawari kami makanan. Nasi gulung, serundeng ikan, pempek khas Bawean yang dibuat dari olahan ikan tengiri.

bawean - edisi kering (2)

mari sarapan

bawean - nasi gulung

nasi gulung, serundeng, dan pempek

Sambil menunggu mobil jemputan setelah dari Pulau Cina, kami beristirahat di rumah warga. Duduk di turung (gazebo) dalam keadaan basah dan lapar, kami ditawari mangga yang kebetulan memang sedang musimnya. Keesokannya saya ngobrol dengan keluarga yang sedang rekreasi ke Danau Kastoba. Rombongan 4 mobil itu sebagian warga Bawean yang sehari-harinya bekerja di Malaysia dan sedang berlibur. Pantas saja saya sering menjumpai ibu-ibu yang berpakaian seperti orang melayu. Kerudung yang dipakai khas Malaysia. Banyaknya penduduk asli Bawean yang menjadi TKI di Malaysia dan Singapura membawa pengaruh pada penampilan mereka sehari-hari.

bawean - edisi kering (3)

Mampir ke Pasar

Bawean dikenal sebagai endemik satwa rusa bawean. Ada lokasi penangkaran khusus yang baiknya didatangi saat pagi untuk melihat langsung jenis rusa ini. Sayangnya waktu trip yang singkat sehingga saya belum sempat ke penangkaran rusa bawean. Next trip yaa.

Baca juga: Bawean Edisi Basah

Tiga hari sudah saya dan rombongan menikmati Bawean. Saatnya kami kembali ke Pulau Jawa dan meneruskan aktivitas masing-masing (baca: mencari sesuap nasi dan segepok berlian buat biaya liburan, heheh). Kapal terguncang ombak membuat tidak nyaman. Saya berusaha memejamkan mata sambil berdo’a perjalanan ke Pelabuhan Gresik berlangsung lancar.

« »

© 2017 My Foottrip. Theme by Anders Norén.