Batu Caves Saat Thaipusam Festival

Batu Caves Saat Thaipusam Festival

Dua orang teman saya benar-benar ga suka dg tetangga sebelah, sebut saja Malaysia. Entah karena beberapa kali mereka claim budaya Indonesia, bertarung sengit di kancah persepakbolaan, atau alasan lain. Namun buat saya, ke Malaysia itu seperti mudik ke kampung halaman. Selama Mayday Project 2012 saya udah bolak-balik ke Kuala Lumpur 4x dalam waktu seminggu. Tempat ini sebagai transit saya menuju kota-kota lain. And somehow saya berasa mudik setiap ke KL yang padat namun tertata rapi.

Patung raksasa di gerbang Batu Caves
Patung raksasa di gerbang Batu Caves

And then, kesempatan itu datang lagi. “Mudik” singkat ke KL sembari mengisi long weekend. Very very short trip ditambah cuaca yang kurang bersahabat, hujan dan guntur hampir sepanjang hari, menghambat saya berkeliling kota.

Ada destinasi baru yang akhirnya kesampaian, yaitu Batu Caves. Tempat ini sekitar 30-40 menit dengan komuter dari KL Sentral. Berangkat bayar RM 1, baliknya bayar RM 2. Turun stasiun Batu Caves langsung disambut pemandangan tebing tinggi di sisi kiri dan jalan raya besar di sisi kanan. Kota dan alam bisa sedekat ini dg udara bersih. Luar biasa.

Thaipusam Festival at Batu Caves
Thaipusam Festival at Batu Caves

Saat itu mendekati festival Thaipusam, hari raya umat Hindu. Batu Caves yang merupakan temple untuk ibadah lebih ramai dari biasanya. Booth-booth yang menjual makanan khas india (termasuk susu kambing yg dibentuk dadu), baju-baju, musik india (diputar dengan super keras dan sukses bikin joged) ada di sepanjang jalan dari stasiun ke temple. Patung berwarna emas megah berdiri super raksasa di dekat tangga menuju dalam temple. Pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga sebelum masuk ke gua tempat ibadah.

Ada kejadian yang unik dan mengharukan. Waktu itu salah satu pengunjung menaiki anak tangga demi anak tangga dg berlutut/jongkok. Suatu pemandangan yg membuat hati terenyuh, untuk suatu ibadah diperlukan perjuangan seperti ini. Saya kurang tahu mengapa beliau melakukan hal demikian. Apakah fisiknya kurang kuat bila harus naik dg berdiri atau semacam nazar baginya. And she made it. Saya menunggu hingga beliau dan seorang rekannya sampai di tangga terakhir.

Climb to the top of Batu Caves
Climb to the top of Batu Caves

Di dalam Batu Caves ada dua tempat ibadah, di bawah dan di atas (naik tangga lagi). Di sekitarnya monyet-monyet berkeliaran bebas sambil mencari makanan. Ada juga tour masuk ke Batu Caves di sisi lain tetapi saya tidak mencobanya.

Di halaman sekitar Batu Caves banyak burung dara yang asik mencari makan dan bila pengunjung melemparkan makanan, mereka langsung mengerumuni. Pemandangan yang asik sambil melepas lelah setelah naik-turun tangga ke temple.

view from the top of Batu Caves

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: