My Foottrip

Helena's journey to here and there

Backpacking with Mommy: Perhatikan Hal Berikut Saat Berlibur dengan Ibu

KL Sentral Malaysia

Tips liburan bersama ibu a la backpacker

Khawatir dan fleksibel adalah dua kata yang saya tanamkan sejak awal saat membuat itinerary jalan-jalan bersama ibu. Ini liburan bersama pertama ala backpacker kami. Ibu tipe orang yang aktif dan supel jadi saya percaya diri mengajak beliau melancong ke Malaysia. Suami juga ikut berlibur, at least bisa saling menjaga.

Itinerary:
Itinerary yang saya buat meliputi 2 kota besar yang wajib dikunjungi, Kuala Lumpur dan Penang lengkap dengan transportasi dan penginapan. Awalnya ibu juga ingin ke Singapura namun setelah dipertimbangkan, jadwal akan sangat padat sehingga tiap hari kami harus tidur selama perjalanan di bus atau kereta. Saya bayanginnya aja capek, gimana nanti ibu.

Georgetown city tour

Bawaan:
Saya sudah mewanti-wanti ibu untuk membawa baju secukupnya saja, kalau bisa dimasukkan dalam ransel atau backpack sehingga tidak perlu beli bagasi (you-know-lah low cost carrier). Kalau masalah packing, ibu lebih jago bawa banyak barang namun rapi. Sedangkan saya bawa baju 3 potong, pake-cuci-kering-pake dst, hehehe.

Transportasi:
Menuju tempat wisata, kami menggunakan pilihan transportasi umum mulai dari pesawat, bus, sampai kereta. Khusus kereta, kami mencoba sleeper train dari KL Sentral ke Butterworth. Perjalanan memang dua kali lebih lama daripada naik bus namun sangat nyaman. Ada juga mobil pribadi kalau kami bepergian bersama teman di KL (terima kasih banyak untuk tumpangan dan akomodasinya ya!). Saat naik bus antarkota kami naik bus yang kursinya 1 di kiri dan 2 di kanan dengan jarak antar kursi luas dan reclining seat sehingga selama perjalanan malam hari dapat tidur nyenyak.

Kuliner:
Ibu suka mencoba makan makanan khas suatu tempat namun ada pantangan karena sakit. Nasi briyani, mie hot plate, nasi kandar, sampai waffle beliau coba. Satu kali ibu makan sayur saat kami makan siang di Georgetown kemudian langsung sakit perut. Agenda untuk belanja menjadi tidak lagi menarik sehingga kami bergegas ke toilet terdekat yang letaknya di dalam pasar ikan. Tak lama kemudian wajah ibu cerah kembali dan semangat memborong baju untuk oleh-oleh.

Eksperimen di Petrosains

Lesson to Learn:

Perjalanan kami tidak sepenuhnya lancar. Alhamdulillah kami bisa fleksibel dengan jadwal apalagi saat kehabisan tiket kereta untuk kembali ke Kuala Lumpur. Ada banyak pilihan bis dan sistem terminal yang minim calo membuat kekhawatiran berkurang. Kadang saya lupa dengan usia ibu sampai kebanyakan jalan kaki, terutama di Penang. Usut punya usut ibu maunya belanja sedangkan saya asik berkeliling di kota tua Georgetown, hahaha ampun Bu.

Pertama kali ke Penang, saya buta arah. Di sini ujian “backpacking with mommy” buat saya. Bagaimana tetap menjaga emosi dan nampak percaya diri meski ga tahu harus kemana dulu. Salah satu langkah awal adalah mandi supaya badan dan pikiran segar. Ibu dengan senang hati mandi di toilet umum (yang bagi sebagian orang agak gimana gitu). Apalagi toiletnya bersih dan ada shower. Jempolan deh ibu. Oh ya saking seringnya ke toilet, kata pertama yang kami hafal adalah “tandas” alias toilet dalam bahasa Melayu.

Titipan Ibu:

Suatu hari di penginapan ibu melihat cargo pants yang saya pakai selama traveling dan berkata, “Bahannya enak ya, ada yang ukuran besar? Belikan 1 ya buat ibu.”.
@helenamantra

« »

© 2017 My Foottrip. Theme by Anders Norén.