My Foottrip

Helena's journey to here and there

Ayam Goreng Mat Lengket, Apa Sih yang Buat Lengket?

Berkali-kali melewati daerah Bekasi Timur selepas senja, saya heran dengan ramainya tempat makan setelah fly over Klender. Ayam Goreng Mat Lengket, sebuah papan menunjukkan dengan lugas menu andalan rumah makan tersebut. Tempatnya nampak sederhana dari luar namun parkirannya begitu ramai.

ayam goreng mat lengket - helenamantra (3)_new_6

Penasaran saya akhirnya terobati saat akhir pekan lalu berhasil mengajak suami ke Mat Lengket. Setelah sholat Maghrib kami pun menuju rumah makan yang terletak di Jl. Raya Bekasi km No.17 Jakarta Timur, keburu ramai kalau terlalu malam. Sampai di sana, Sid malah tertidur dalam gendongan padahal ia sangat suka makan ayam goreng.

Baca juga: Megahnya Masjid Ramlie Musofa di Kawasan Elite Jakarta

ayam goreng mat lengket - helenamantra (4)

Antrian take away alias dibawa pulang

Saya celingak-celinguk dengan sistem order tempat ini. Pegawainya wara-wiri mengantarkan pesanan. Kami dipersilahkan mencari tempat duduk kemudian memesan makanan. Untunglah saat itu ada meja kosong di tengah ramainya pengunjung.

Menu Ayam Goreng Mat Lengket (dalam ribu rupiah)
Makanan
Nasi uduk 7
Ayam goreng dada/paha 18
Ati ampela 4
Kulit 5
Kepala 1
Semur jengkol 10
Semur tahu 5
Tempe oreg 5
Telur puyuh 3
Pete 6
Kerupuk 4

Minuman
Jeruk panas 8
Es jeruk 10
Teh manis panas 3
Es teh manis 4
Es teh tawar 2
Es tea 5
Aqua 5
Teh tawar 1

Setelah membaca menu makanan yang tertempel di dinding, kami pun memesan 2 porsi ayam goreng, 1 es teh, dan 1 es jeruk. Sambil menunggu pesanan datang, saya membaca tulisan di kaos pegawai Mat Lengket.

“Ayamnye ayam perawan. Entu nyang bikin lengket.”

Ada-ada saja nih H. Asmat dengan rahasia makanannya. Saya tak sabar mencicipi ayam gorengnya.

Tak lama mas-mas pegawai membawakan pesanan kami. Nasi uduk dengan taburan bawang goreng, ayam goreng, juga minuman sesuai pesanan. Nyam-nyam, saya pun segera makan karena sudah lapar. Makan sambil gendong anak di ruangan yang panas, lumayan juga nih.

ayam goreng mat lengket - helenamantra 1

Mari makan!

Menurut saya bumbu ayamnya meresap dan memang enak. Ukuran ayamnya kecil karena menggunakan ayam kampung. Nasi uduknya juga sedikit (buat saya sepertinya perlu order 1,5 porsi). Es jeruknya menggunakan jeruk peras, bukan sirup, rasanya lebih fresh.

Baca juga: Ketan Susu Kemayoran yang Selalu Ramai Pengunjung

Selesai makan, kami bergegas pulang. Sudah banyak yang antri menunggu tempat duduk. Udaranya juga panas meski sudah ada kipas angin. Mungkin ini yang membuat turn over pelanggan tinggi, kepanasan setelah makan.

Dari segi harga, saya harus menahan diri tidak bisa sering-sering ke sini nih. Tapi kalau ditraktir, saya pasrah aja deh. Oh ya, saat membayar saya heran kok harganya lebih mahal dari yang tertera di menu? Ternyata ada pajak restoran 10% yang harusnya diberi keterangan pada menunya.

« »

© 2017 My Foottrip. Theme by Anders Norén.