My Foottrip

Helena's journey to here and there

Asuransi Perjalanan, Penting Banget atau Penting Aja?

Baru-baru ini viral foto seorang ibu yang membaringkan bayinya di lantai bandara. Warganet yang hanya melihat potongan foto tersebut pun mengkritik si ibu. Ternyata ibu muda tersebut kelelahan menggendong bayi berusia dua bulan karena pesawatnya delay selama 20 jam. Okelah memang nyebelin dengan orang yang asal komentar tanpa mencari tahu fakta sebenarnya. Namun saya lebih fokus pada keterlambatan yang dialami ibu tersebut. 20 jam! Harapannya pergi bersama bayi naik pesawat supaya lekas sampai tetapi yang terjadi keterlambatan yang begitu lama. Capek lahir batin, Sis.

Syukur Alhamdulillah saya belum pernah mengalami keterlambatan penerbangan sebegitu lama. Palingan pernah sekali hendak terbang ke Jakarta dimana jadwal pesawatnya ga jelas. Menurut petugas, ada masalah teknis pada roda pesawat. Untunglah saat itu saya pergi dalam rangka liburan sehingga tidak ada target tertentu yang mendesak. Namun sebagian penumpang sempat naik pitam di hadapan ground staff karena mereka ada meeting atau harus masuk kantor di hari yang sama.

Penundaan keberangkatan merugikan penumpang dari segi materiel maupun immateriel. Meski ada kompensasi delay pesawat yang diatur dalam PM No. 89 Tahun 2015 Terkait Penanganan Keterlambatan Penerbangan, harapan saya pesawat berangkat sesuai jadwal (kecuali faktor cuaca atau hal lain yang membahayakan). Untuk mengurangi risiko kerugian tersebut, asuransi perjalanan penting dimiliki setiap penumpang.

kompensasi delay pesawat

PM No. 89 Tahun 2015 Terkait Penanganan Keterlambatan Penerbangan

Inilah pentingnya memiliki asuransi perjalanan (travel insurance):

  1. Penundaan atau pembatalan rencana penerbangan

Seperti yang saya ceritakan di awal, delay atau cancellation itu nyebelin banget. Bayangan liburan yang menyenangkan bisa bubar karena gagal terbang. Apalagi yang berencana melanjutkan perjalanan dengan pesawat terpisah (bukan connecting flight) bisa ketinggalan pesawat hingga tiket hangus. Dengan asuransi perjalanan, kerugian ini lumayan tertutupi.

  1. Bagasi, uang, dokumen perjalanan, atau barang pribadi hilang

Meskipun telah berhati-hati meletakkan barang dalam koper, ada saja risiko kehilangan. Entah tertukar, terjatuh, atau dicuri. Seperti powerbank saya yang hanya tersisa kotaknya. Isinya sudah diambil oleh si tangan usil di bandara. Dengan asuransi perjalanan, penumpang mendapat ganti rugi atas hilangnya barang berharga.

Dokumen klaim asuransi perjalanan

  1. Sakit atau cidera di tempat tujuan

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saat berada dalam perjalanan untuk liburan ataupun urusan bisnis, harapannya semua berjalan lancar dan happy. Namun sakit atau cidera bisa saja terjadi. Pengobatan di luar negeri dapat memakan biaya besar. Belum tentu kita memiliki dana untuk rawat jalan ataupun rawat inap. Berkaca dari pengalaman saudara yang berwisata ke Hongkong. Ia mengalami diare yang tentu mengganggu perjalanan. Kalau diare di rumah ya istirahat saja sambil banyak mengonsumsi air minum. Tetapi saat periksa ke dokter di Hongkong, ia dikenai biaya sekitar sejuta rupiah. Begitu pula seorang teman yang tinggal di Jepang. Ia menceritakan betapa tingginya biaya pengobatan di sana. Untuk mengobati flu saja butuh biaya sekitar 400ribu rupiah. Wow! Saat seperti ini berharap memiliki asuransi perjalanan yang dapat menanggung biaya pengobatan selama di tempat tujuan.

  1. Meninggal dunia atau cacat tetap akibat kecelakaan

Risiko kecelakaan bisa saja terjadi sehingga mengakibatkan cacat tetap ataupun meninggal. Apabila ada keluarga atau kerabat meninggal dunia di luar negeri, butuh proses panjang untuk mengantarkan jenazah kembali ke tanah air atau istilahnya repatriasi jenazah. Proses ini melibatkan banyak pihak karena harus mengurus surat kematian, surat otopsi, pemberian formalin, dsb yang bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. Penyedia asuransi perjalanan dapat membantu repatriasi jenazah hingga tiba di rumah duka.

Proses repatriasi jenazah di luar negeri

  1. Kebakaran di rumah saat pemilik melakukan perjalanan

Sebelum meninggalkan rumah selalu cabut alat-alat elektronik dari stop kontak, matikan kompor, dan pastikan rumah dalam keadaan aman. Apabila terjadi kebakaran karena korsleting atau imbas dari kebakaran di kawasan sekitar, asuransi perjalanan juga melindungi perabot rumah tangga selama pemilik dalam perjalanan.

Beberapa kasus di atas menunjukkan asuransi perjalanan penting dimiliki supaya liburan maupun business trip dapat berjalan aman dan nyaman. Nah sekarang, kita perlu teliti sebelum membeli asuransi perjalanan. Jangan hanya tergoda premi murah namun susah saat melakukan klaim. Pelajari seluruh manfaat asuransi, kalau perlu bertanyalah pada pihak asuransi sebelum memutuskan membeli. Kemudian, belilah asuransi sesuai kebutuhan. Dengan cara ini, pemilik asuransi mudah mengajukan klaim sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Liburan nyaman dengan asuransi perjalanan

Liburan keliling Eropa menjadi impian saya bersama keluarga. Selain berburu tiket murah, saya mempelajari syarat pengajuan VISA Schengen. Salah satu syarat mengajukan VISA Schengen yaitu memiliki travel insurance dengan minimum Uang Pertanggungan €30.000 atau US$50.000. Hal ini membuat saya mulai mencari travel insurance yang cocok hingga mendapat rekomendasi asuransi MSIG Travel Insurance Family B dengan premi mulai Rp175.000,-.

Kalkulator simulasi di website MSIG

MSIG atau PT. Asuransi MSIG Indonesia telah ada sejak 1975 di Indonesia. Perusahaan asal Jepang ini merupakan bagian dari MS&AD Insurance Group, salah satu perusahaan asuransi umum terbesar di dunia. Pada 11 Oktober 2017 lalu di Aruba Carribean Restaurant & Bar, Jakarta, saya diajak Mobil123.com untuk mengenal lebih jauh tentang MSIG.

Bernardus P. Wanandi, Vice President Director MSIG dan Henry Kurniawan, General Manager Claim MSIG

Bernardus P. Wanandi, Vice President Director MSIG dan Henry Kurniawan, General Manager Claim MSIG menjelaskan lebih detail mengenai keunggulan MSIG, antara lain:

1 Rencana penerbangan yang tertunda lebih dari 3 jam sudah dapat diajukan klaimnya. Umumnya asuransi lain baru bisa di-klaim setelah delay lebih dari 4 jam. Santunan keterlambatan penerbangan diberikan per 3 jam sehingga bila delay selama 6 jam maka mendapat 2x santunan. Sebagai bukti keterlambatan, pengajuan klaim dapat dilengkapi info waktu take-off dari flightstats.com.

2. Tipe polis dikategorikan dalam leisure, business trip, dan family dengan periode (lama waktu perjalanan) dan tujuan perjalanan di Asia Pasifik atau seluruh dunia. Misal, polis perjalanan 1-3 hari ke negara di Asia Pasifik untuk leisure (individu) mulai Rp32.000,- sedangkan untuk seluruh dunia mulai Rp40.000,-.

3. Dapat dibeli kapan saja melalui online di msigonline.co.id. Prosesnya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Beli asuransi di MSIG online untuk liburan keluarga ke Eropa

4. Perlindungan berlaku sejak meninggalkan tempat tinggal resmi di Indonesia hingga kembali ke tempat tinggal resmi di Indonesia.

5. Jaringan MSIG yang luas di seluruh dunia memudahkan mengurus biaya rawat inap dengan cashless serta membantu proses repatriasi jenazah.

6. Call center yang responsif dapat dihubungi via telepon, e-mail, maupun Whatsapp. Lebih hemat biaya nih bisa chat via Whatsapp. Roaming call kan mihil.

Saat ini asuransi perjalanan MSIG masih berlaku untuk perjalanan ke luar negeri. Semoga dalam waktu dekat bisa untuk perjalanan domestik, ya.

Mobil123.com, MSIG, dan Komunitas ISB

Dengan memiliki asuransi perjalanan, liburan ataupun perjalanan bisnis ke luar negeri menjadi lebih aman dan nyaman. Hal-hal yang tak terduga dapat diminimalisir. So, menurutmu punya asuransi perjalanan itu penting banget atau penting aja?

 

« »

© 2017 My Foottrip. Theme by Anders Norén.