Alien is a Friend

Alien is a Friend

Suatu kehormatan dan keanehan bisa bertemu dengan Dina @DuaRansel , digital nomad yg keliling bumi selama 4 tahun ++ bersama suaminya (Ryan – lagi ga ikutan) di Kentucky Fried Rice (not Chicken) di ibukota.

Anehnya lagi, Dina juga sedang bertemu dengan Umi yang suka bertualang. Nama panjangnya Umi begitu ribet sampai saya harus cek di twitter dan menemukan account-nya @akhdadiyah

Agustinus Wibowo, seorang penulis buku Selimut Debu, Garis Batas, dan Titik Nol turut bergabung dalam makan malam mendadak ini. Truly low profile guy, follow him on @avgustin88

Di ujung meja, manusia tertinggi di antara kami adalah Panji theĀ @pandjieholic. Petualang dari Jawa yang sedang merantau di Ternate. Temanku bertemu berbagai keanehan malam itu.

Saya berada di tengah, benar-benar di tengah-tengah orang-orang baru yang disatukan oleh hobi yang sama: traveling (esp backpacking). Di resto fastfood merah yang menjual ayam goreng kriuk, saya dan Panji dengan was-was menikmati nasi goreng yang kami beli di warung depan tadi.

Pertama kali bertemu dengan mereka yang beberapa menit lalu adalah stranger bagi saya, bagaikan alien. Namun dinner talk ini menjadikan kami secepat kilat berteman.

Alien is a friend.

Regards,
@helenamantra (not an alien)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Author: helenamantra

Love to share stories on helenamantra.com and myfoottrip.com

One thought

  1. Waahh kereen bangeett… sebelum ke Sulawesi mba Dina dan Mas Agus sempat berkunjung ke Rumah Dunia, jadi bikin acara sharing bareng Gol A Gong juga. lah aku ngendog neng omah, waktu itu males banget keluar rumah. dan malas itu adalah sesuatu yang sku sesali sekarang :p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *